• Card 1 of 30
Nasional

Novanto Ceritakan Pengalaman Hidupnya

Faisal Abdalla    •    13 April 2018 12:00

Terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto/ANT/Hafidz Mubarak Terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto/ANT/Hafidz Mubarak

Jakarta: Terdakwa kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el), Setya Novanto memberikan nota pembelaan (pleidoi). Dalam pleidoinya, Novanto menceritakan perjuangan hidupnya. 

"Saya bukan berasal dari golongan konglomerat, saya datang dari keluarga tidak mampu, tetapi saya punya cita-cita dan tekad yang besar untuk mengabdi kepada negeri," kata Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat, 13 April 2018.

Novanto mengatakan cita-citanya mengabdi untuk negeri terinspirasi dari mantan Presiden AS, John F Kennedy. Kennedy terkenal dengan ucapannya, "Jangan tanyakan apa yang telah negara perbuat kepada dirimu, tapi tanyakan apa yang telah kau buat untuk negara."

"Maka untuk mewujudkan cita-cita mulia itu, hampir semua pekerjaan telah saya lakukan. Pahit dan getir kehidupan telah saya rasakan," kata Novanto sambil terisak. 

Setelah lulus SMA, Novanto mengaku menggeluti berbagai pekerjaan. Mulai dari menjual beras, madu di pasar, model, sales mobil hingga kepala penjualan mobil. 
Itu dilakukan untuk bertahan hidup dan membiayai kuliahnya di Surabaya. 

Kemudian, matan Ketua Umum Golkar itu melanjutkan pendidikan di Jakarta. Ia pun berterima kasih kepada mantan Menpora Kabinet Pembangunan VI, Hayono Isman. Hayono dinilai sangat berjasa selama dirinya berkuliah di Jakarta. 

Keluarga Hayono, lanjut dia, menjadi saksi dahulu ia menggantungkan diri. Ia rela mengabdi sebagai pembantu, mencuci, mengepel, menjadi sopir dan mengantar anak-anak ke sekolah. 

"Semua saya lakukan agar saya bisa melanjutkan kuliah saya. Karena kemurahan hati beliau lah anak melarat ini bisa jadi orang," ucap Novanto. 

Baca: Baca Pleidoi, Novanto Kutip Ayat Alquran

Novanto juga berterima kasih kepada seniornya di Golkar yakni Akbar Tanjung dan Aburizal Bakrie. Keduanya dianggap berjasa karena membuka jalan baginya untuk memulai karier politik. 

"Pak Akbar Tandjung, dan tak lupa Bapak Aburizal Bakrie yang membimbing saya dalam politik dan memberikan wawasan pengabdian kepada bangsa dan negara," ujar Novanto. 

Mantan Ketua DPR itu menceritakan perjalanan hidupnya ini bukan untuk pamrih. Tapi, ia ingin membuka mata masyarakat agar tak menghakiminya dengan berlebihan. 

"Yang hanya saya inginkan adalah ada sebagian masyarakat yang sedikit membuka mata untuk melihat sisi lain dari diri saya sehingga tidak terus menerus mencaci saya dengan begitu kejamnya," pungkas Novanto.