Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Dirut PT Pindad Akan Bersaksi di Sidang Kasus KTP-el

Fachri Audhia Hafiez • 07 Juli 2022 09:19
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi KTP-el. Salah satunya, Direktur Utama (Dirut) PT Pindad, Abraham Mose.
 
"Sidang KTP-el, jaksa KPK mengagendakan menghadirkan saksi Abraham Mose," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 7 Juli 2022.
 
Saksi lain yang bakal bersaksi, yakni, Kepala Divisi Pengembangan Usaha PT LEN Industri Agus Iswanto dan Direktur Keuangan PT Quadra Solution Willy Nusantara Najoan. Mereka akan memberikan keterangan untuk terdakwa mantan Dirut Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) Isnu Edhi Wijaya dan eks Ketua Tim Teknis Pengadaan Penerapan KTP-el Husni Fahmi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Persidangan digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang digelar terbuka untuk umum.
 
Isnu dan Husni didakwa merugikan keuangan negara senilai Rp2,3 triliun. Keduanya disebut mengatur dan mengarahkan proses pengadaan barang atau jasa paket pekerjaan penerapan KTP-el.
 

Baca: KPK Dalami Proses Pengadaan KTP-el Era Gamawan Fauzi


Perbuatan itu memperkaya sejumlah pihak, korporasi, termasuk Isnu sebesar USD20 ribu. PNRI diperkaya sejumlah Rp107,7 miliar; perusahaan anggota konsorsium PNRI, PT Quadra Solution Rp79 miliar; pemilik PT Sandipala Artha Putra, Anang Sugiana Sudihardjo Rp145,8 miliar; dan Manajemen Bersama Konsorsium PNRI Rp137,9 miliar.
 
Lalu, memperkaya penyedia jasa pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Andi Agustinus alias Andi Narogong sebesar USD1.499.241; swasta Johanes Marliem USD14.880.000 dan Rp25,2 miliar; Direktur Utama PT LEN Industri Persero Wahyuddin Bagenda Rp2 miliar; mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman Rp2,3 miliar, USD877.700, dan SGD6 ribu.
 
Kemudian, memperkaya mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraeni sebesar USD500 ribu dan Rp22,5 juta; mantan pejabat Kemendagri Sugiharto USD3.473.830; dan Ketua Panitia Pengadaan Barang Jasa di Dirjen Dukcapil Kemendagri Drajat Wisnu Setyawan USD40 ribu dan Rp25 juta.
 
"Berikutnya, memperkaya mantan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto USD7,3 juta dan jam tangan merk Richard Mille seri RM 011 seharga USD135 ribu," tulis surat dakwaan.
 
Isnu dan Husni didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif