Sesi fireside chat dalam acara Netapp Insight Xtra Singapore 2026
Sesi fireside chat dalam acara Netapp Insight Xtra Singapore 2026

NetApp Insight Xtra 2026 Singapore

Akselerasi AI Generatif, Solusi Data Hybrid bagi Perusahaan

Mohamad Mamduh • 10 Februari 2026 12:45
Ringkasnya gini..
  • Banyak perusahaan menghadapi kendala karena data mereka masih tersimpan di ruang server lokal atau menggunakan sistem lama seperti Cobol dan Sybase.
  • Mavis menekankan pentingnya fleksibilitas ini.
  • Angka ini diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan semakin mudahnya akses perusahaan terhadap alat-alat produktivitas berbasis AI.
Jakarta: Dalam acara NetApp Insight Xtra yang digelar di Singapura hari ini Rabu 10 Februari 2026, para pemimpin industri teknologi menyoroti tantangan besar yang dihadapi perusahaan dalam mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI) secara penuh. Meskipun antusiasme terhadap AI sangat tinggi, banyak organisasi masih terjebak pada tahap uji coba karena kompleksitas data dan sistem warisan (legacy).
 
Mavis Chua, Head of Cloud and AI Microsoft Singapore, mengungkapkan bahwa meskipun sekitar 85% perusahaan dalam daftar S500 telah melakukan Proof of Concept (POC) dan mencoba kemampuan AI sejak peluncuran OpenAI tahun 2022, implementasi ke tahap produksi seringkali terasa lambat.
 
Banyak perusahaan menghadapi kendala karena data mereka masih tersimpan di ruang server lokal atau menggunakan sistem lama seperti Cobol dan Sybase yang sulit dipindahkan. Masalah residensi dan klasifikasi data juga menjadi batasan utama bagi perusahaan di sektor publik dan industri keuangan (FSI).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Microsoft dan NetApp memperkuat kemitraan strategis mereka dalam menghadirkan pengalaman hybrid yang mulus. Melalui integrasi antara Azure NetApp Files dan fitur unggulan NetApp ONTAP, perusahaan kini dapat memanfaatkan kecanggihan AI tanpa harus melakukan migrasi data yang berisiko tinggi.
 
Salah satu poin penting dalam kolaborasi ini adalah kemampuan AI Search milik Microsoft yang kini dapat berintegrasi langsung dengan penyimpanan NetApp di lokasi pelanggan (on-premises). Hal ini memungkinkan akses data yang aman dan cepat tanpa perlu memindahkan data tersebut ke awan (cloud).
 
Mavis menekankan pentingnya fleksibilitas ini. "Kita membawa Cloud, fitur AI, ke tempat data Anda berada, memungkinkan Anda mendapatkan wawasan dari data Anda. Paling penting, kita mengurangi biaya; tidak perlu menunggu sesuatu yang lain terjadi sebelum Anda dapat memulai perjalanan AI."
 
Kemitraan ini telah membuahkan hasil signifikan bagi sektor manufaktur. Dalam salah satu studi kasus, seorang produsen berhasil mengurangi waktu proses dalam perjalanan AI mereka hingga 96%. Pencarian data yang kompleks, yang sebelumnya sulit diakses, kini dapat memberikan wawasan jauh lebih cepat dan mendalam.
 
Selain itu, solusi ini memungkinkan perusahaan untuk melatih Large Language Models (LLM) yang spesifik tanpa memindahkan data sensitif mereka. Kenneth Poh, Country Manager NetApp Singapura dan Filipina, menambahkan bahwa kolaborasi ini memberikan kontrol, fleksibilitas, dan keamanan yang dibutuhkan perusahaan untuk melakukan transformasi digital secara nyata.
 
Hingga saat ini, Microsoft melaporkan telah menutup lebih dari 15 juta penggunaan Co-Pilot di seluruh dunia, yang digunakan oleh berbagai profil pengguna mulai dari CEO hingga ilmuwan data.
 
Dengan dukungan infrastruktur hybrid dari NetApp, angka ini diprediksi akan terus tumbuh seiring dengan semakin mudahnya akses perusahaan terhadap alat-alat produktivitas berbasis AI.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA