• Card 1 of 30
Nasional

Andi Narogong: Novanto Suruh Irvanto Bagikan Duit ke DPR

Damar Iradat    •    25 September 2018 18:35

Suasana sidang Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung dalam perkara korupsi KTP-el - Medcom.id/Damar Iradat. Suasana sidang Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung dalam perkara korupsi KTP-el - Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) Andi Agustinus alias Andi Narogong menyebut Setya Novanto memberi instruksi kepada keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi untuk memberikan dana bancakan proyek ke sejumlah anggota DPR. Ia membantah menyuruh Irvanto melakukan tugas tersebut.

Hal tersebut diungkap Andi saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi KTP-el dengan terdakwa Irvanto dan Made Oka Masagung. Ia juga mengaku tak menyiapkan uang untuk para anggota dewan. 

"Saya enggak pernah perintah Pak Irvan. Yang saya tahu, Pak Irvanto itu disuruh-suruh sama Pak Novanto, bukan sama saya," ucap Andi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 25 September 2018. 

Andi melanjutkan, dirinya juga tak mengenal sejumlah nama anggota DPR yang diserahkan uang oleh Irvan. Ia berpendapat, Irvanto menduga seluruh uang dari proyek KTP-el berasal dari kantongnya. 

(Baca juga: Putra Chairuman Mengelak Pernah Terima Uang Titipan dari Irvanto)

Padahal, menurut Andi, dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu, dirinya hanya mengeluarkan dana sebesar US$2,3 juta. Uang itu ia serahkan kepada pejabat Kementerian Dalam Negeri, bukan anggota dewan. 

"Mungkin dikira (oleh Irvanto), uang konsorsium itu uang saya, tapi bukan. Uang saya diserahkan ke Pak Irman dan Sugiharto," ucap Andi. 

Dalam persidangan sebelumnya, Irvanto mengaku pernah menyerahkan uang ke enam orang anggota DPR. Antara lain, Melchias Markus Mekeng dan Markus Nari masing-masing SG$1 juta, kemudian kepada Chairuman Harahap dan Agun Gunandjar masing-masing US$1,5 juta. 

Tidak hanya itu, Irvanto juga menyerahkan uang kepada Ade Komaruddin sebanyak US$700 ribu. Terakhir, mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera itu juga menyerahkan uang kepada Jafar Hafsah dan Nurhayati Ali Assegaf yang masing-masing mendapat US$100 ribu.