• Card 1 of 30
Nasional

Anies: Serapan Anggaran DKI Tinggi Dibanding Tahun Lalu

Siti Yona Hukmana    •    04 April 2018 15:58

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/Siti Yona Hukmana. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno - Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menampik serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) rendah. Dia bilang, serapan anggaran masih lebih tinggi dari periode sebelumnya. 

"Penyerapan anggaran kita sampai dengan akhir Maret 8,23 persen. Ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,65 persen. Dibandingkan tahun lalu ini lebih tinggi," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 4 April 2018.

Meski begitu, Anies mengakui serapan APBD DKI Jakarta tidak mencapai target. Karena itu, kata dia, Pemerintah Provinsi DKI mengadakan rapat penyerapan anggaran pekan lalu. 

"Minggu lalu kita buat rapat khusus soal ini. Seluruh SKPD dipanggil. Semua SKPD diminta menunjukkan serapannya," ungkap Anies.

Anies menambahkan, dia akan terus mengevaluasi serapan anggaran. Evaluasinya, kata dia, dilakukan melalui laporan rutin selama dua minggu sekali dari dana serapan SKPD. 

"Lalu ke depan setiap dua minggu sekali. Di Senin gangsal ada laporan tentang serapan itu," tutur Anies.

Mantan Menteri Pendidikan itu mengungkapkan pada rapat pekan lalu, ia menemukan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) memiliki capaian anggaran yang paling rendah. Ini disebabkan karena terdapat kegiatan pengadaan tanah yang masih dilakukan secara tunai.

"SKPD yang paling rendah capaiannya, padahal anggaran besar adalah SDA. Itu tentu sekarang periode penyesuaian, karena harus menggunakan transaksi non cash," ujar Anies.

Anies meyakini, pengadaan tanah non tunai itu belum dijalankan oleh SDA. Dengan demikian, Anies juga merencanakan rapat khusus membahas permasalahan itu.

"Pengadaan tanah non tunai di situ belum jalan. Siang ini ada rapat khusus soal itu. Kita tidak mengizinkan ada kegiatan-kegiatan yang terkait pengadaaan tanah yang dilakukan secara cash. Tidak bisa lagi mengunakan uang tunai," tegas dia.