Kadis SDA Bantah Pernyataan Anies
Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendarwan - Medcom.id/Intan Fauzi.
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut penyerapan di Dinas Sumber Daya Air rendah lantaran pembayaran pembebasan lahan dilakukan secara tunai. Kepala Dinas Sumber Daya Air Teguh Hendarwan membantah hal itu. 

"Enggak ada (pakai tunai). Jadi saya klarifikasi, mohon maaf ya, mekanisme pembayaran itu (tunai) kan bisa jadi permainan mark up dan ada permainan makelar," kata Teguh di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 15 November 2018.

Apalagi, pembebasan lahan dilakukan terhadap ribuan tanah. Jadi, lanjut dia, pembayaran tidak mungkin dilakukan secara tunai.


"Saat ini yang penting proses pembayaran itu enggak pakai tunai. Kita semuanya melalui transfer, berdasarkan nama orangnya itu," terang dia.

Teguh mengklaim memiliki seluruh bukti transfer setiap bidang tanah. Ia juga menjelaskan terkait lambatnya pembayaran.

"Segala sesuatu kan butuh proses namanya kelengkapan administrasi jadi acuan kami. Saya mau bayar tanah, pasti saya cek dong, saya koordinasi sama camat, lurah, wali kota, dan BPN," ungkap dia.

(Baca juga: Penyerapan Rendah, Anies Minta Kadis Tanggung Jawab)

Masalahnya, lanjut dia, tidak semua warga langsung mengurus administrasi meski sudah dilakukan sosialisasi berulang kali. 

"Kita minimal sosialisasi tiga kali. Cek bener enggak itu tanah dia, lalu ahli waris, ada berapa ahli waris di situ, nanti ada data ahli waris dari kantor urusan agama atau pengadilan. Pokoknya semua kita tempuh," pungkas Teguh.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta baru menyerap anggaran pembebasan lahan sebesar 27,9%. Nilai itu setara Rp373,3 miliar dari total anggaran pembebasan lahan Rp1,83 triliun. Penyerapan ini masih minim mengingat waktu penggunaan anggaran tinggal dua bulan lagi.
 
Anggaran Rp1,83 triliun itu mulanya akan digunakan untuk pengadaan lahan waduk/situ/embung sebanyak Rp528,7 miliar. Lalu untuk perbaikan kali dan saluran Rp853,3 miliar serta pengadaan lahan untuk tempat peralatan sekitar Rp450 miliar.

(Baca juga: Dinas SDA DKI Optimistis Serap 80% APBD)





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id