Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala
Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala

Kata PDIP Soal Rendahnya Serapan APBD DKI

Nasional apbd dki 2018
Cindy • 02 Januari 2019 11:04
Jakarta: Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut penyerapan APBD yang rendah akibat kebijakan Gubernur Anies Baswedan dalam merotasi pejabat eselon II. Kebijakan itu mengakibatkan eksekusi program pejabat sebelumnya mandek.
 
"Penetapan pejabat posisi Plt (pelaksana tugas). Itu yang jadi masalah, walau gubernur bilang kewenangan Plt sama dengan pejabat, tapi di lapangan belum tentu mereka bisa eksekusi program pejabat sebelumnya," kata Gembong saat dihubungi, Rabu, 2 Januari 2019.
 
Pejabat di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini banyak diisi pelaksana tugas. Terdapat 12 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dipimpin Plt.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gembong mengatakan perencanaan SKPD juga masih sangat lemah. "Seharusnya kan dari semester satu sudah jalan, mereka (pejabat) yang harus melakukan proyeknya. Ketika schedule keluar, mereka bisa segera evaluasi," ucap Gembong.
 
Pemprov DKI Jakarta menutup 2018 dengan serapan anggaran belanja daerah sebesar 82,03 persen atau sebesar Rp61,59 triliun dari target Rp75,09 triliun.Dalam kurun lima tahun terakhir, serapan APBD DKI pun tak pernah beranjak dari kisaran 80 persen.
 
Pada 2012, saat Presiden Joko Widodo menjabat gubernur DKI Jakarta, serapan APBD DKI sebesar 80 persen atau sebesar Rp41,3 triliun. Serapan APBD naik menjadi 82 persen di 2013.
 
Baca: Serapan APBD DKI Baru 80% di Ujung 2018
 
Serapan anggaran menurun lagi pada 2014 atau bertepatan dengan naiknya Jokowi menjadi presiden, yakni hanya 59 persen. Pada 2015, saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin, serapan APBD DKI menjadi 68 persen.
 
Pada 2016, serapan anggaran naik lagi menjadi 82 persen. Di 2017, saat DKI mengalami peralihan kepemimpinan dari Djarot Saiful Hakim ke Anies Baswedan, serapan APBD DKI sebesar 83,83 persen.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif