• Card 13 of 30
Bali-Nusa

Gunung Agung Berpotensi Erupsi Strombolian

Antara    •    03 Juli 2018 15:19

Erupsi Gunung Agung, bali. (ANT/ Nyoman Budhiana) Erupsi Gunung Agung, bali. (ANT/ Nyoman Budhiana)

Karangasem: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan potensi erupsi strombolian Gunung Agung dengan lontaran lava pijar diprediksi masih akan terjadi. Karena kondisi kawah yang sudah terisi lava.

"Saat ini yang paling mungkin terjadi adalah lontaran lava pijar dan erupsi abu karena itu sangat mungkin terjadi," kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, ,Selasa 3 Juli 2018.

Dia menuturkan bila lava terpapar panas dari bawah gunung dan mendapat tekanan untuk naik. Maka lava bisa terdorong, kemudian memunculkan lontaran lava pijar atau erupsi strombolin seperti yang terjadi pada Senin, 2 Juli 2018 pukul 21.04 Wita. 

Menurutnya, erupsi strombolian terjadi karena pengerasan lava di permukaan karena mengalami penurunan temperatur. Akibatnya, laju efusif atau aliran lava ke permukaan melambat atau terjadi penghambatan aliran fluida magma berupa gas dan cairan ke permukaan.

Devy menjelaskan erupsi strombolian yang terjadi pada Senin malam tidak teramati adanya sinar api sebagai indikasi pengerasan magma. Namun, aliran fluida magma berupa gas dan cairan yang naik ke kawah dan terhambat oleh lava yang mengeras tersebut kemudian terakumulasi pada kedalaman dangkal.

"Pada titik tertentu lapisan lava di atas yang mengeras itu tidak mampu lagi menahan desakan magma dari bawah dan akhirnya erupsi strombolian itu pun terjadi," imbuh Devy.

Ia menuturkan, apabila di atas kawah terlihat sinar api, maka indikasi lava masih panas dan encer sehingga gas dapat keluar dengan mudah.

"Tetapi kalau di atas kawah sinar api tidak teramati seperti pada Senin malam, sebelum erupsi maka dapat berpotensi untuk terjadi kembali erupsi strombolian," ucapnya.