• Card 1 of 30
Nasional

Pembeli Properti Pulau Reklamasi jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Dhaifurrakhman Abas    •    01 Februari 2018 08:23

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Antara/Reno Esnir Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: Antara/Reno Esnir

Jakarta: Pembeli properti di pulau reklamasi, Lucia Liemesak, ditetapkan sebagai tersangka terkait beredarnya video kericuhan antara pembeli dengan pengembang properti pulau reklamasi, PT Kapuk Naga Indah (PT KNI). 

Lucia ditetapkan menjadi tersangka setelah PT KNI melaporkan Lucia ke polisi atas dugaan pengucapan ujaran kebencian. Ujaran itu terlihat dalam video rekaman pertemuan antara PT KNI selaku pihak pengembang dengan beberapa konsumennya yang viral di media sosial.

"Betul sudah jadi tersangka. Kan ada video pertemuan antara konsumen properti dengan pihak pengembangnya. Nah, ada konsumen yang terekam memaki-maki pihak pengembang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Rabu, 31 Januari 2018.

Baca juga: Penyebar Video Ricuh Pengembang Reklamasi dengan Konsumen Dibebaskan

Penyidik setidaknya telah mengantongi dua alat bukti untuk memastikan Lucia sebagai tersangka ujaran kebencian. Argo juga menambahkan, penetapan Lucia menjadi tersangka juga berdasarkan pertimbangan proses penyidikan yang melibatkan beberapa saksi ahli.

"Berdasarkan petunjuk dari surat-surat dan dokumen penting, yang berangkutan memang bisa ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya juga kan ada saksi ahli yang sudah kami libatkan, sehingga yang bersangkutan dipastikan diikutsertakan dalam proses penyidikan," jelas Argo.

Penetapan tersangka Lucia tertuang dalam surat B/1670/I/2018/Datro tertanggal 26 Januari 2018. Surat ini menindaklanjuti laporan polisi nomor LP/6076/XII/2017/ PMJ/Ditreskrimsus, oleh Lenny Marlina, kuasa hukum PT KNI pada 12 Desember 2017 lalu.

Sebelum menetapkan Lucia sebagai tersangka, pihak Polda Metro Jaya telah  membebaskan William, orang yang diduga menyebarluaskan video ricuh pertemuan antara pengembang properti dengan kosumennya ke situs YouTube. William dibebaskan setelah melayangkan permintaan maaf kepada PT KNI melalui salah satu media massa.

"Sudah dicabut kok laporannya, sudah SP3 sejak 3-4 hari yang lalu," pungkas Argo.