setya novanto
30cards

setya novanto

Updated 20 April 2018 04:47
  1. KPK Ingin MA Satu Persepsi Soal JC
  2. Alasan Novanto Harus Dihukum Berat
  3. Bimanesh: Fredrich Minta Skenario Setnov Kecelakaan
  4. Fredrich Serahkan Rekam Medis Setnov di Kediaman Dokter Bimanesh
  5. Bimanesh Mengaku Diminta Fredrich Membuat Surat Inap untuk Setnov
  6. Bimanesh Temukan Banyak Kejanggalan dari Novanto
  7. Bimanesh Mengakui buat Surat Pengantar Rawat Inap Novanto
  8. Bimanesh Diminta Ikuti Skenario Kecelakaan Novanto
  9. Bimanesh Keberatan Fredrich Kunjungi Kediamannya
  10. Fredrich Minta Izin ke KPK Agar Novanto Diperiksa Bimanesh
  11. Bimanesh Sempat Pertanyakan Status Hukum Novanto
  12. Dokter Bimanesh Bersaksi di Sidang Fredrich
  13. KPK Menyesalkan Status JC Andi Narogong Dibatalkan
  14. KPK Berharap Novanto Dihukum Berat
  15. Hukuman Andi Narogong Diperberat Jadi 11 Tahun Bui
  16. Bimanesh Merasa Dikorbankan RS Medika Permata Hijau
  17. Bimanesh: Merawat Novanto Karena Tanggung Jawab
  18. Istri Bantah Novanto Bisa Berdiri Setelah Kecelakaan
  19. Dokter Bimanesh Khawatir RS Medika Dituntut Jika Tak Rawat Setnov
  20. Deisti Mengaku Kesulitan Mencari Novanto sebelum Kecelakaan
  21. Setnov Menginap di Hotel Saat Dijemput Paksa KPK
  22. Direktur RS Medika Permata Hijau Sebut Hasil Diagnosa Setnov Ilegal
  23. Novanto Harusnya Masuk IGD sebelum Rawat Inap
  24. Dewan Direksi RS Medika Sebut Visum Novanto Janggal
  25. Istri Novanto akan Bersaksi di Sidang Bimanesh
  26. KPK Pastikan Tolak Status JC Setya Novanto
  27. Novanto Minta Keadilan Hakim
  28. Jaksa Tolak Pembelaan Novanto
  29. Pernyataan Aris Budiman Dikutip di Pleidoi Novanto
  30. Di Kolong Meja Setya Novanto
  • Card 26 of 30
Nasional

KPK Pastikan Tolak Status JC Setya Novanto

Dero Iqbal Mahendra    •    16 April 2018 08:00

Terdakwa kasus korupsi E-KTP Setya Novanto menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum KPK saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah. Terdakwa kasus korupsi E-KTP Setya Novanto menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum KPK saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipastikan menolak permohonan Justice Colabrator (JC) yang diajukan oleh Setya Novanto. Keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi selama sidang Novanto berjalan.

"Status JC nya sudah jelas tidak dikabulkan, karena kami pandang terdakwa tidak secara signifikan memberikan informasi. Bahkan kita lihat bersama, baik di keterangan terdakwa atau sesi kemarin, yang bersangkutan masih menyangkal sejumlah keterlibatan yang sudah kami buktikan," terang Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi Minggu 15 April 2018.

Febri menjelaskan nama-nama yang dijelaskan Novanto dalam pledoinya bukan nama baru bagi KPK. Namun demikian, lembaga antikorupsi tetap akan mencermati ulang keterangan dari Novanto.

Sejak Novanto mengajukan JC, kata Febri KPK sudah memberikan kesempatan tapi tidak dimanfaatkan dengan baik oleh terdakwa.  Dengan begitu, KPK menyimpulkan JC  tidak dapat dikabulkan.

"Tetapi kalau tadi ada nama baru nanti tentu JPU akan melakukan analisis dan pelajari hal itu. Tapi yang paling penting seluruh proses sudah selesai saat ini tinggal putusan pengadilannnya. Nanti di putusan pengadilan kita akan lebih terang melihat konstruksi perkara ini," kata Febri.

Lebih lanjut, Febri menambahkan posisi KPK tegas dan jelas dalam penanganan kasus KTP-el. Segala bukti akan terus di dalami termasuk menindaklanjuti bukti-bukti baru yang ditemukan.

"Siapapun itu, dari kluster mana pun itu. Kita letakkan ini pada koridor yang lebih jernih, yaitu koridor hukum," pungkasnya.

Baca: Pukat UGM Desak KPK Periksa Nama yang Disebut Novanto

Sebagaimana diketahui Setya Novanto oleh JPU dalam persidangan sebelumnya dituntut 16 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan karena dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan KTP-el tahun anggaran 2011-2012.

Selain hukuman badan, JPU juga menuntut agar Setya Novanto membayar pidana pengganti senilai US$ 7,3 juta dikurangi Rp5 miliar yang sudah dikembalikan subsider 3 tahun kurungan dan pencabutan hak politik selama 5 tahun setelah menyelesaikan hukuman pokoknya.

Dalam perkara ini Setnov diduga menerima US$7,3 juta dan jam tangan Richard Mille senilai US$135 ribu dari proyek KTP-e. Novanto menerima uang tersebut melalui mantan direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte.LTd dan Delta Energy Pte.Lte yang berada di Singapura, Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus dan direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp2,3 triliun.

Baca juga: Novanto Diklaim Penuhi Syarat jadi JC

 

setya novanto
30cards

setya novanto

Updated 20 April 2018 04:47
  1. KPK Ingin MA Satu Persepsi Soal JC
  2. Alasan Novanto Harus Dihukum Berat
  3. Bimanesh: Fredrich Minta Skenario Setnov Kecelakaan
  4. Fredrich Serahkan Rekam Medis Setnov di Kediaman Dokter Bimanesh
  5. Bimanesh Mengaku Diminta Fredrich Membuat Surat Inap untuk Setnov
  6. Bimanesh Temukan Banyak Kejanggalan dari Novanto
  7. Bimanesh Mengakui buat Surat Pengantar Rawat Inap Novanto
  8. Bimanesh Diminta Ikuti Skenario Kecelakaan Novanto
  9. Bimanesh Keberatan Fredrich Kunjungi Kediamannya
  10. Fredrich Minta Izin ke KPK Agar Novanto Diperiksa Bimanesh
  11. Bimanesh Sempat Pertanyakan Status Hukum Novanto
  12. Dokter Bimanesh Bersaksi di Sidang Fredrich
  13. KPK Menyesalkan Status JC Andi Narogong Dibatalkan
  14. KPK Berharap Novanto Dihukum Berat
  15. Hukuman Andi Narogong Diperberat Jadi 11 Tahun Bui
  16. Bimanesh Merasa Dikorbankan RS Medika Permata Hijau
  17. Bimanesh: Merawat Novanto Karena Tanggung Jawab
  18. Istri Bantah Novanto Bisa Berdiri Setelah Kecelakaan
  19. Dokter Bimanesh Khawatir RS Medika Dituntut Jika Tak Rawat Setnov
  20. Deisti Mengaku Kesulitan Mencari Novanto sebelum Kecelakaan
  21. Setnov Menginap di Hotel Saat Dijemput Paksa KPK
  22. Direktur RS Medika Permata Hijau Sebut Hasil Diagnosa Setnov Ilegal
  23. Novanto Harusnya Masuk IGD sebelum Rawat Inap
  24. Dewan Direksi RS Medika Sebut Visum Novanto Janggal
  25. Istri Novanto akan Bersaksi di Sidang Bimanesh
  26. KPK Pastikan Tolak Status JC Setya Novanto
  27. Novanto Minta Keadilan Hakim
  28. Jaksa Tolak Pembelaan Novanto
  29. Pernyataan Aris Budiman Dikutip di Pleidoi Novanto
  30. Di Kolong Meja Setya Novanto