Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: MI/Mohammad Irfan
Gubernur Papua Lukas Enembe. Foto: MI/Mohammad Irfan

Dinilai Lebih Galak Tangani Setnov Ketimbang Lukas Enembe, KPK: Ojo Dibangding-bandingke

Candra Yuri Nuralam • 01 Oktober 2022 00:27
Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih galak dalam menanganani kasus rasuah yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) ketimbang Gubernur Papua Lukas Enembe. Lembaga Antikorupsi menilai penanganan kasus tidak bisa dibandingkan satu sama lain.
 
"Bukan berarti KPK 'lembek'. 'Ojo dibandingke'-lah LE (Lukas Enembe) case ini dengan case Setya Novanto, yang sekedar menangkap lewat kejar-kejaran mobil yang berujung menjemputnya di rumah sakit yang masih di Jakarta," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango melalui keterangan tertulis, Jumat, 30 September 2022.
 
Nawawi mengatakan tiap penanganan kasus mempunyai risiko yang berbeda. Sehingga, penanganannya tidak bisa disamakan. KPK menegaskan langkah yang dilalakukan dalam penanganan kasus Lukas sudah dihitung dengan matang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penanganan perkara seperti Lukas Enembe case ini sudah seharusnya dilakukan dengan banyak perhitungan, kalkulasi yang ditujukan meminimalisir risiko yang mungkin saja dapat terjadi," ujar Nawawi.
 
Saat ini KPK masih terus berupaya memeriksa Lukas sebagai tersangka. Sembari menunggu, Lembaga Antikorupsi juga terus memeriksa saksi untuk melengkapi pemberkasan kasus.
 
"Hukum itu memang keras tapi sepantasnya dijalankan dengan kejernihan berpikir. Tidak gegabah, tidak serampangan," ucap Nawawi.

Baca: Selisik Suap Penerimaan Maba Unila, Dosen hingga Honorer Diinterogasi 


KPK bakal memanggil lagi Lukas Enembe. Dia dipanggil sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di Papua.
 
"Sejauh ini kami segera kirimkan kembali surat panggilan kedua sebagai tersangka. Mengenai waktu pemanggilannya kami akan infokan lebih lanjut," kata juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 September 2022.
 
Ali belum bisa memerinci waktu pasti pemanggilan Lukas. Lukas diharapkan hadir untuk memenuhi panggilan keduanya sebagai tersangka.
 
"Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," ujar Ali.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif