• Card 1 of 30
Jawa Barat

39 Perusahaan Terindikasi Mencemari Sungai CItarum

Octavianus Dwi Sutrisno    •    05 Februari 2018 19:57

Kondisi aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, dengan sampah bertebaran, Selasa 23 Januari 2018, Medcom.id - Octa Kondisi aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, dengan sampah bertebaran, Selasa 23 Januari 2018, Medcom.id - Octa

Bandung: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat masih  menyelidiki dan mengidentifikasi sejumlah perusahaan yang diduga mencemari sungai Citarum. Tercatat, ada 39 perusahaan yang telah diperiksa DLH. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Anang Sudarna, menuturkan puluhan perusahaan yang diperiksa oleh pihaknya merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rapat kabinet bulan lalu. Dalam rapat itu, kata Anang, menyebutkan bahwa seluruh komponen harus bergerak dari persiapan perbaikan ekosistem Citarum mulai di hulu dan penataan sungai termasuk sampah. Juga penegakan hukum. 

"DLH Provinsi Jabar dan Kabupaten Bandung, TNI juga polisi sudah bergerak, 31 Industri yang diduga melakukan pelanggaran, agar temuan tersebut bisa lebih akurat dan sesuai dengan prosedur yang sudah diatur dalam perundang-undangan, maka pada tanggal 2 Februari ini, saya memutuskan untuk melakukan sidak kembali, baik terhadap pada 31 perusahaan, maupun perusahaan lainnya," ucap Anang, Senin 5 Februari 2018.

Baca: Puluhan Pabrik Pencemar Citarum Masih Diselidiki

Menurutnya, inspeksi mendadak dilakukan sejak tanggal 2 hingga 3 Februari 2018, puluhan perusahaan tersebut diduga melakukan pembuangan limbah di sungai Citarum. Dia melanjutkan, ada 49 perusahaan di wilayah cekungan Bandung yang bakal disidak. Dugaan pencemaran, kata dia, muncul berdasarkan pengamatan visual, bau, dan warna limbah, termepatur juga tingkat keasaman (pH). 

"Sebagian besar melakukan pelanggaran, ukurannya dari pH, bau dan warna. Sebagian perusahaan yang dilakukan adalah tekstil," paparnya.

Anang menerangkan, pihaknya sudah mengambil sampel air dari perusahaan-perusahaan tersebut dan tengah diuji laboratorium. Hasil laboratorium, diperkirakan keluar esok, Selasa 6 Februari 2018.  Sidak, lanjut Anang, hanya dilakukan dalam tujuh zona yaitu empat zona di Kabupaten Bandung dan tiga zona di Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi dan Kota Bandung. Zona satu itu meliputi Majalaya dan sekitarnya. Zona dua, Bojongsoang dan Rancaekek. Zona tiga, Dayeuhkolot dan  empat Dayeuhkolot sampai Curug Jompong. Namun, sidak tidak dilakukan di Kabupaten Sumedang.

"Kenapa tidak masuk ke Sumedang, kebetulan tim yang membawahi orangnya berasal dari Kabupaten Bandung. Kalau masuk kesana sidak percuma," terangnya.