Melalui unggahan terbaru di akun X pribadinya, @nessiejudge, kreator konten dengan 11,6 juta pengikut ini mempertanyakan kondisi air di wilayah BSD yang tiba-tiba berbau menyengat seperti minyak.
“Ini air di BSD kenapa ya?? kok bau minyak pekat?!” tulis Nessie Judge, dikutip pada Rabu, 11 Februari 2026.
Nessie juga mempertanyakan apakah air tersebut berbahaya jika digunakan.
Ini air di BSD kenapa ya?? ???? kok bau minyak pekat?! Is this dangerous?
— Nessie Judge (@nessiejudge) February 11, 2026
Unggahan tersebut langsung menuai reaksi dari warganet, yang sebagian besar memperingatkan bahwa kondisi air tersebut sangat berisiko bagi kesehatan.
Dugaan Pencemaran Akibat Kebakaran Pabrik Pestisida
Sejumlah warganet memberikan penjelasan bahwa perubahan aroma air di kawasan BSD diduga dipicu oleh insiden kebakaran pabrik pestisida yang limbahnya diduga larut ke aliran sungai. Mereka mengimbau Nessie untuk tidak menggunakan air tersebut sementara waktu.“Iya itu kan ada pabrik pestisida kebakaran, trus berapa ton gitu ya larut ke sungai. Ikan pada mati, airnya bau minyak tanah, jangan dipake dulu airnya kak,” tulis akun X @i***_pre****d.
Warganet lain juga memberikan penjelasan teknis mengenai kandungan zat kimia yang diduga mencemari air tersebut.
“Iya, bahaya. Tercemar pestisida bahan aktif fipronil. Insektisida kontak dan sistemik. Kalau kena air akan berubah menjadi seperti putih susu & berminyak Bisa mual dan muntah kalau kita terkena itu, kalau dosisnya terlalu besar bisa menyebabkan kematian pada manusia,” jelas akun X @c**ita*kn.
“Nes kan lagi rame yang pabrik bocor terus kimianya ke sungai cisadane sana makanya air di BSD lg tercemar itu,” tulis akun X @li***byse.
Ribuan Ikan Mati di Sungai Cisadane
Sebelumnya, sebuah gudang penyimpanan pestisida di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan, mengalami kebakaran hebat pada Senin pagi, 9 Februari 2026. Sebanyak 14 unit pemadam kebakaran dan puluhan personel dikerahkan untuk menjinakkan api.Proses pemadaman berlangsung sulit karena material kimia insektisida yang mudah terbakar dan lokasi yang cukup jauh dari sumber air.
Dampak dari kejadian tersebut diduga meluas hingga ke aliran air warga. Tak lama setelah kebakaran, ribuan ikan ditemukan mati mengambang di Sungai Cisadane, Kota Tangerang.
Sejak Senin, 9 Februari 2026, air sungai dilaporkan berubah warna menjadi kebiruan dan terlihat berminyak.
Imbauan Dinas Lingkungan Hidup dan Kepolisian
Menanggapi fenomena tersebut, warga diimbau untuk tidak mengonsumsi ikan yang ditemukan mati di sungai demi keamanan kesehatan. Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Polres Metro Tangerang Kota telah mengambil sampel air dan bangkai ikan untuk diuji di laboratorium guna memastikan tingkat pencemaran.Berdasarkan pemantauan awal, indikator fisika dan kimia air dikabarkan masih dalam batas normal. Namun, tingkat kekeruhan air dilaporkan berada di bawah standar kualitas yang telah ditetapkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News