NEWSTICKER
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (Foto:Istimewa)
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (Foto:Istimewa)

Virus Korona Dikhawatirkan Berimbas pada Pariwisata

Rona Virus Korona pariwisata indonesia virus corona
K. Yudha Wirakusuma • 28 Februari 2020 22:39
Yogyakarta: Mengutip data Bank Indonesia (BI), 55 persen perekonomian Yogyakarta ditopang oleh pariwisata. Dikhawatirkan penyebaran virus korona bakal berimbas terhadap pariwisata Yogyakarta. 
 
Oleh karena itu, hal-hal yang berpotensi mengganggu penopang perekonomian Yogyakarta harus diantisipasi.
 
“Tantangannya ke depan, virus corona pastinya akan memberikan dampak. Jadi menguatkan Jogja ini harus terus menarik wisata domestik, lokal  Nusantara,” ujar Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun dalam audiensi dengan jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogakarta (DIY) dalam rangka kunjungan kerja (kunker) Komisi XI DPR di Jogja, Jumat, 28 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 itu menyoroti komentar-komentar di media terutama dari kalangan birokrat yang berpotensi membuat kondisi perekonomian bertambah buruk. Menurutnya, pasar yang sedang panik dan menghadapi tekanan tidak semestinya ditimpali komentar-komentar yang membuat situasi bertambah buruk. 
 
“Para birokratnya, komentarnya atau statement di publik tidak memberikan suasana dan situasi tenang malah bikin situasi semakin memburuk. Seharusnya memberikan sinyal-sinyal positif,” tegasnya.
 
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pelaku sektor industri finansial juga diminta mencermati dampak penyebaran virus korona yang mengglobal. Menurutnya, penyebaran virus asal Tiongkok itu telah berimbas pada perekonomian nasional yang efek turunannya di setiap daerah bisa berbeda-beda. 
 
“Ini adalah wake up call  bagi kita semua, alarm awal bagi kita. Kalau kita bisa tangani dan antisipasi, diperbaiki dengan baik, tetapi  misalnya ini jadi masalah berlanjut, harus disiapkan contingency plan,” ujar Misbakhun.
 
Efek penyebaran virus corona membuat rupiah terdepresiasi, sehingga nilai tukar dolar AS (USD) sudah di kisaran Rp14.200. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada akhir 2019 masih di atas level 6.000, belakangan sempat merosot ke kisaran 5.200. 
 
Misbakhun menegaskan, IHSG dan kurs rupiah merupakan dua indikator utama perekonomian. Mantan pegawai Kementerian Keuangan tersebut menegaskan, harus ada kebijakan tepat untuk mengantisipasi efek penyebaran virus korona. “Kalau itu salah penanganan, ini bisa membuat situasi makin buruk,” katanya.
 
Misbakhun juga mengatakan, Indonesia memiliki banyak daerah dengan karakteristik masing-masing. Menurutnya, antisipasi atas efek penyebaran virus korona juga harus memperhatikan karakter wilayah.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif