Jenis-jenis Keguguran yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

Torie Natalova 23 Oktober 2018 08:19 WIB
kehamilan
Jenis-jenis Keguguran yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil
Tanda-tanda keguguran yang paling sering terlihat yakni perdarahan dan kram perut. Berikut beberapa jenis keguguran. (Foto: John Looy/Unsplash.com)
Jakarta: Keguguran pada wanita hamil umumnya terjadi dalam 20 minggu pertama kehamilan. Penyebab keguguran yang paling sering seperti masalah kromosom, masalah pada rahim, infeksi, wanita yang hamil di usia 35 tahun, ataupun memiliki riwayat dua kali atau lebih keguguran.

Tanda-tanda keguguran yang paling sering terlihat yakni perdarahan dan kram perut. Berikut beberapa jenis keguguran:

1. Hilangnya sel telur
Ini mengacu pada telur yang dibuahi dan tidak pernah berkembang menjadi embrio.


2. Keguguran berulang
Ketika seorang wanita mengalami keguguran berulang kali, maka ia harus menjalani serangkaian tes medis untuk mengungkap penyebab yang mendasarinya.

3. Keguguran yang terancam
Kondisi umum ini menyebabkan gejala keguguran seperti perdarahan dan rasa sakit yang abnormal.


(Penyebab keguguran yang paling sering seperti masalah kromosom, masalah pada rahim, infeksi, wanita yang hamil di usia 35 tahun. Foto: Ashton Mullins/Unsplash.com)

(Baca juga: Tanda-tanda Keguguran pada Trimester Pertama dan Kedua Kehamilan)

Namun, tidak semua gejala keguguran menunjukkan keguguran itu benar terjadi. Ada dua hal yang memiliki gejala seperti keguguran.

Pertama, kehamilan ektopik atau tuba. Ini merupakan kehamilan di mana telur yang dibuahi menanamkan embrio di mana saja di bagian luar rahim. Biasanya telur ditanam di saluran telur atau tuba falopi, leher rahim atau hati.

Kehamilan ini harus digugurkan karena dapat mengancam jiwa sang ibu. Gejalanya bisa sangat mirip dengan keguguran normal seperti perdarahan, kram ekstrem, pusing dan pingsan.

Kedua, kehamilan mola. Ini terjadi ketika jaringan di rahim berkembang menjadi tumor. Plasenta tidak berkembang baik, dan jaringan itu tumbuh menjadi massa kista yang tumbuh dengan mengisi rahim sampai terjadi perdarahan yang hebat. Kehamilan mola hampir selalu menyebabkan keguguran.





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id