FITNESS & HEALTH

Kamu Lagi Menghitung Hari Menuju Persalinan, Sudah Cek Kalender Kehamilan Belum?

Mia Vale
Selasa 20 Januari 2026 / 18:20
Jakarta: Saat wanita sedang berbadan dua, kondisinya tentu harus dipantau. Hal ini untuk mengetahui pertumbuhan janin dari awal hingga kelahiran tiba. 

Dan salah satunya, bumil bisa menggunakan kalender kehamilan, yang merupakan catatan yang berfungsi untuk menghitung usia kehamilan sekaligus memperhitungkan kelahiran bayi. 

Pun untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan, agar jika terjadi masalah maka bisa sesegera mungkin melakukan penanganan.

Memang, kalender kehamilan tidaklah 100 persen akurat karena seseorang tidak tahu secara pasti kapan sebenarnya terjadi ovulasi. 

Namun setidaknya, dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, terutama untuk memantau tumbuh dan kembang janin apakah sudah sesuai dengan usianya atau tidak. 

Artinya, perhitungan kalender ini sifatnya estimasi, yang berarti bisa lebih cepat atau lambat. Salah satu yang bisa bumil ketahui mengenai usia kehamilan dalam kandungan berdasar kalender kehamilan.
   

Trimester pertama


Fase ini jarang terasa dapat diprediksi. Hormon yang bekerja berlebihan, struktur embrio yang halus mulai terbentuk, dan kelelahan yang tiba-tiba, terkadang sangat berat. Dan menurut laman Better Health, kalender harus menyediakan ruang untuk poin-poin penting terkait medis, seperti:

- Minggu 1–4: Implantasi, perubahan halus, terkadang gejala tidak begitu jelas. Penting untuk mencatat kapan gejala mulai muncul, karena dokumentasi yang tepat mendukung identifikasi dini potensi komplikasi, seperti kehamilan ektopik atau ancaman keguguran.

- Minggu ke-5–8: USG awal, untuk memastikan kehamilan intrauterin dan viabilitas janin. Pemeriksaan darah Beta-hCG, skrining golongan darah, dan panel infeksi. Ini harus ada dalam daftar periksa bumil.

- Minggu ke-9–12: Skrining gabungan trimester pertama, yakni USG ketebalan lipatan tengkuk, penanda biokimia untuk kondisi seperti trisomi 21. Lalu, penyesuaian diet dini, di mana asam folat, peningkatan protein, suplementasi zat besi sesuai anjuran, menjadi bagian dari narasi kalender kehamilan yang terus berkembang.
 

Trimester kedua



(Kalender kehamilan adalah alat untuk memperkirakan usia kehamilan dan Hari Perkiraan Lahir (HPL) dengan menghitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Foto: Pregnancy)

- Minggu ke-13–28: Mual seringkali mereda. Nafsu makan dan rasa ingin tahu kembali meningkat. Pencatatan pertumbuhan secara cermat, seperti, ingkar perut, berat badan ibu, detak jantung janin, yang mengubah kalender menjadi catatan medis mini.

- Minggu ke-13–16: Boleh dibilang ini fase tenang, di mana pertumbuhan janin stabil, gejala-gejala ringan mereda. Harapkan tes darah untuk cacat tabung saraf dan perubahan fisik yang berkelanjutan atau kadang-kadang bahkan perkembangan perut yang terlihat. 

- Minggu ke-17–20: Gerakan janin atau getaran pertama mulai terasa. Jadwalkan pemindaian anomali penting dan gunakan kalender kehamilan bumil untuk mengatur pemeriksaan anatomi dan mengatasi kekhawatiran yang muncul dengan penyedia layanan kesehatan kamu. 

- Minggu ke-21–24: Fokus pada skrining diabetes gestasional. Tanda-tanda preeklampsia seperti pembengkakan, sakit kepala, atau tekanan darah tinggi memerlukan perhatian segera dan harus didokumentasikan untuk referensi. 

- Minggu ke-25–28: Persiapan dipercepat, seperti kelas prenatal, pra-registrasi rumah sakit, membuat rencana persalinan dan pengaturan kamar bayi. Tandai fase ini dengan antusias, karena pengingat kalender dapat membantu mencegah kepanikan di menit-menit terakhir.
 

Trimester ketiga


- Minggu ke-29: Banyak yang merasakan kelelahan meningkat bersamaan dengan kegembiraan (dan tingkat kecemasan yang cukup tinggi).

- Minggu ke-29–32: Secara resmi merupakan periode untuk pendidikan antenatal—latihan pernapasan, pijat perineum, keterlibatan pasangan. Catat episode kontraksi tidak teratur (Braxton Hicks versus persalinan), dan catat asupan cairan harian. 

- Minggu ke-33–36: Tinjau preferensi persalinan. Pastikan pemasangan kursi mobil—utamakan keselamatan. Siapkan swab Streptococcus Grup B dan catat jadwal diskusi induksi potensial jika terjadi komplikasi. 

- Minggu ke-37–40+: Hitung gerakan janin. Buat daftar hal-hal penting di menit-menit terakhir, seperti tas rumah sakit, pengisi daya telepon, makanan ringan. 

Tandai pengingat untuk meninjau pilihan metode persalinan (vaginal, sesar), terutama jika diskusi medis berubah dengan cepat menjelang tanggal jatuh tempo.
 

Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)


Manfaat memiliki kalendar ini adalah bumil bisa menghitung Hari Perkiraan Lahir atau HPL. Dengan begitu, bumil bisa mengetahui kapan bayi dalam rahim akan lahir sehingga bisa mempersiapkan kebutuhan sebelum melahirkan. 

Umumnya penghitungan HPL menggunakan rumus Naegele yang patokannya dari hari pertama haid terakhir, kemudian ditambah satu tahun dan tujuh hari, dikurangi dengan tiga bulan. Semua itu bisa diketahui melalui kalender.
   

Mengetahui berat badan janin


Kalender kehamilan juga bisa membantu ibu memantau berat badan janin. Ada patokan berat badan yang harus dicapai tiap trimester untuk memastikan tumbuh kembangnya optimal. 

Ketika bayi lahir, berat badan ideal bisa tercapai karena sebelumnya terpantau oleh ibu melalui kalender. Dengan begitu, bumil bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi janin selama masa kehamilan hingga lahir.

Memakai kalender kehamilan untuk mengetahui usia kehamilan dan hari perkiraan lahir bayi memang efektif, tapi bumil tetap harus memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan USG.

Bila tidak ingat tanggal hamil, penting dilakukan pemeriksaan dini dengan USG untuk penentuan usia kehamilan dengan lebih akurat.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH