FITNESS & HEALTH

Mengenal BMI Selama Hamil hingga Badan Berlebih

Yatin Suleha
Rabu 07 Januari 2026 / 10:42
Jakarta: Kehamilan adalah waktu yang menarik, tetapi bagi wanita yang memiliki berat badan berlebih, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui untuk menjaga kesehatan diri dan bayi.

Seseorang dianggap kelebihan berat badan jika indeks massa tubuh (BMI) sebelum kehamilan berada antara 25 dan 29,9, dan obesitas jika BMI 30 atau lebih. BMI yang sehat berada antara 18,5 dan 24,9.

Untuk menghitung BMI, gunakan rumus sederhana dengan bagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. 

Misalnya, jika tinggi badan 1,6 meter dan berat badan 70 kg, maka BMI adalah 70 dibagi (1,6 x 1,6) = 27,3 yang masuk kategori kelebihan berat badan.
 
BMI ini membantu dokter menilai risiko kesehatan, meskipun bukan satu-satunya ukuran. Faktor lain seperti distribusi lemak tubuh, usia, dan riwayat keluarga juga berperan penting.

Perlu diingat bahwa BMI hanyalah perkiraan kasar tentang persentase lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan: Ia tidak memperhitungkan faktor genetik, ras, atau usia, dan bukan alat yang sempurna untuk menilai kebugaran secara keseluruhan.

Namun, para peneliti secara konsisten menemukan bahwa seiring peningkatan BMI, risiko komplikasi kehamilan dan persalinan juga meningkat.


(Risiko hamil dengan obesitas sangat tinggi, meliputi komplikasi bagi ibu seperti diabetes gestasional, preeklamsia (tekanan darah tinggi), trombosis (penggumpalan darah), hingga perdarahan pascapersalinan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Meskipun memiliki BMI antara 18,5 dan 24,9 dianggap normal, hal ini tidak terlalu umum: Sekitar setengah dari ibu hamil pertama kali di Amerika Serikat mengalami kelebihan berat badan saat hamil.

Dan sekitar setengah dari ibu hamil pertama kali juga mengalami kenaikan berat badan berlebihan selama kehamilan.

Data ini menunjukkan bahwa banyak wanita memulai kehamilan dengan berat badan yang lebih tinggi dari ideal. Ini bisa disebabkan oleh gaya hidup modern, seperti pola makan yang kurang sehat atau kurangnya aktivitas fisik. Namun, dengan perawatan yang tepat, kehamilan tetap bisa berjalan lancar.
 

Seberapa penting berat badan selama kehamilan?


Berat badan saat hamil dan seberapa banyak berat badan yang ditambah selama kehamilan dapat memengaruhi kehamilan dan bayi.

Menambah berat badan terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan bayi dengan berat badan lahir rendah, sementara menambah berat badan terlalu banyak dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan lainnya.

Memulai kehamilan dengan berat badan yang sehat adalah ideal, tetapi ingatlah bahwa kebanyakan wanita yang berat badannya di luar rekomendasi tetap dapat mengalami kehamilan normal dan melahirkan bayi yang sehat.

Banyak kondisi dan komplikasi yang terkait dengan kehamilan dengan berat badan berlebih dapat dikelola dan dalam beberapa kasus dapat dicegah.

Berat badan selama kehamilan tidak hanya tentang angka di timbangan, tetapi juga tentang nutrisi dan kesehatan secara keseluruhan.
 
Wanita dengan berat badan berlebih mungkin perlu lebih banyak energi untuk mendukung pertumbuhan bayi, tetapi kenaikan berat badan yang berlebihan bisa menimbulkan masalah seperti tekanan darah tinggi atau diabetes.

Sebaliknya, jika berat badan tidak naik cukup, bayi mungkin lahir dengan ukuran kecil yang bisa memengaruhi kesehatan jangka panjangnya. Dokter biasanya memantau kenaikan berat badan setiap bulan untuk memastikan semuanya sesuai rekomendasi.
 

Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH