FAMILY
Puasa untuk Ibu Hamil, Apakah Boleh dalam Dunia Medis? Begini Jawaban Dokter
Aulia Putriningtias
Kamis 26 Februari 2026 / 13:14
- Ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa
- Keputusan berpuasa sebaiknya berdasarkan kondisi medis.
- Diperlukan mengonsumsi makanan tinggi protein.
Jakarta: Saat Ramadan, ibu hamil secara hukum Islam diperbolehkan tidak berpuasa. Ibu hamil merupakan salah satu golongan yang mendapatkan keringanan atau rukhshah. Namun, bagaimana dalam dunia medis?
Menurut dr. Alfonso Anggriawan, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Obgyn dari Eka Hospital PIK, ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa jika kondisi kehamilannya sehat dan tidak berisiko. Untuk mendapatkan pandangan apakah diperkenankan berpuasa atau tidak, ada beberapa ketentuan.
"Keputusan berpuasa sebaiknya berdasarkan kondisi medis, dikonsultasikan dengan dokter kandungan, dan tidak memaksakan diri," kata dr. Alfonso kepada tim Medcom.id, Rabu, 25 Februari 2026.
Puasa pada ibu hamil sendiri tidak dianjurkan untuk ibu yang memiliki hal-hal ini, seperti:
- Hiperemesis gravidarum (mual muntah berat).
- Tekanan darah rendah atau sering pusing.
- Diabetes gestasional.
- Riwayat kontraksi prematur.
- Pertumbuhan janin terhambat (IUGR).
- Kehamilan kembar dengan risiko tinggi.
Dr. Alfonso menambahkan jika kondisi-kondisi di atas memaksakan puasa, dapat meningkatkan risiko dehidrasi, hipoglikemia, hingga kontraksi. Terlebih, jika kurang asupan cairan, kekurangan kalori dan protein, hingga mengalami penurunan berat badan akan berpengaruh terhadap perkembangan janin.
Lantas, bagaimana cara ibu hamil berpuasa yang aman? Menurut dr. Alfonso, ibu hamil dapat melakukan sahur dan tidak diperkenankan untuk melewatinya. Saat sahur, diperlukan mengonsumsi makanan tinggi protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat, serta sayur dan buah.

dr. Alfonso Anggriawan, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Obgyn dari Eka Hospital PIK. Dok. Ist
Kemudian, cukup cairan dengan menerapkan minimal 2-4-2, yakti 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari juga makanan terlalu manis dan berminyak, serta istirahat yang cukup. Jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin prenatal.
"Puasa saat hamil bisa dilakukan pada kondisi tertentu, tetapi tidak waji jika berisiko bagi kesehat. Setiap kehamilan berbeda, sehingga keputusan terbik adala mempertimbangkan aspek medis dan kenyamanan ibu," jelas dr. Alfonso.
Jika ibu hamil yang mencoba puasa mengalami gejala seperti di bawah ini, sebaiknya membatalkan puasanya, ya! Adapun beberapa gejalanya, seperti:
- Pusing berat atau hampir pingsan.
- Gerakanan janin berkurang.
- Kontraksi atau nyeri perut hebat.
- Dehidrasi (urin sangat sedikit dan pekat).
- Mual dan muntah hebat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Menurut dr. Alfonso Anggriawan, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Obgyn dari Eka Hospital PIK, ibu hamil diperbolehkan untuk berpuasa jika kondisi kehamilannya sehat dan tidak berisiko. Untuk mendapatkan pandangan apakah diperkenankan berpuasa atau tidak, ada beberapa ketentuan.
"Keputusan berpuasa sebaiknya berdasarkan kondisi medis, dikonsultasikan dengan dokter kandungan, dan tidak memaksakan diri," kata dr. Alfonso kepada tim Medcom.id, Rabu, 25 Februari 2026.
Puasa pada ibu hamil sendiri tidak dianjurkan untuk ibu yang memiliki hal-hal ini, seperti:
- Hiperemesis gravidarum (mual muntah berat).
- Tekanan darah rendah atau sering pusing.
- Diabetes gestasional.
- Riwayat kontraksi prematur.
- Pertumbuhan janin terhambat (IUGR).
- Kehamilan kembar dengan risiko tinggi.
Dr. Alfonso menambahkan jika kondisi-kondisi di atas memaksakan puasa, dapat meningkatkan risiko dehidrasi, hipoglikemia, hingga kontraksi. Terlebih, jika kurang asupan cairan, kekurangan kalori dan protein, hingga mengalami penurunan berat badan akan berpengaruh terhadap perkembangan janin.
Lantas, bagaimana cara ibu hamil berpuasa yang aman? Menurut dr. Alfonso, ibu hamil dapat melakukan sahur dan tidak diperkenankan untuk melewatinya. Saat sahur, diperlukan mengonsumsi makanan tinggi protein, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat, serta sayur dan buah.

dr. Alfonso Anggriawan, Sp.OG selaku Dokter Spesialis Obgyn dari Eka Hospital PIK. Dok. Ist
Kemudian, cukup cairan dengan menerapkan minimal 2-4-2, yakti 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Hindari juga makanan terlalu manis dan berminyak, serta istirahat yang cukup. Jangan lupa untuk mengonsumsi vitamin prenatal.
"Puasa saat hamil bisa dilakukan pada kondisi tertentu, tetapi tidak waji jika berisiko bagi kesehat. Setiap kehamilan berbeda, sehingga keputusan terbik adala mempertimbangkan aspek medis dan kenyamanan ibu," jelas dr. Alfonso.
Jika ibu hamil yang mencoba puasa mengalami gejala seperti di bawah ini, sebaiknya membatalkan puasanya, ya! Adapun beberapa gejalanya, seperti:
- Pusing berat atau hampir pingsan.
- Gerakanan janin berkurang.
- Kontraksi atau nyeri perut hebat.
- Dehidrasi (urin sangat sedikit dan pekat).
- Mual dan muntah hebat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)