FAMILY
Jangan Dikasih Ramuan Aneh-aneh! Ini Panduan Rawat Pusar Bayi Baru Lahir
Yatin Suleha
Selasa 02 Juni 2026 / 19:50
- Minggu-minggu pertama bayi lahir itu masanya kudu ekstra perhatian sama sisa tali pusar si kecil.
- Pasca-persalinan, sisa potongan tali pusat alias tunggulnya bakal dibiarin sampai mengering.
- Biar gak infeksi, begini cara rawat tali pusat atau tali pusar bayi baru lahir.
Jakarta: Minggu-minggu pertama bayi lahir itu masanya kudu ekstra perhatian sama sisa tali pusar si kecil. Pasca-persalinan, sisa potongan tali pusat alias tunggulnya bakal dibiarin sampai mengering dan lepas dengan sendirinya.
Biasanya sih proses healing sampai lepas ini butuh waktu sekitar 1 hingga 3 minggu. Nah, tugas penting kita selama masa ini adalah menjaga area pusar tetap bersih dan gak lembap, biar bebas dari risiko iritasi atau infeksi bakteri!
Dilansir dari BabyCenter, Bidan Miriam Maldonado menjelaskan bahwa perawatan utama pada sisa tali pusar sebenarnya cukup sederhana, yaitu menjaga area tersebut tetap bersih dan kering sampai lepas secara alami.
Sebelum tali pusat dipotong, dokter atau bidan biasanya memasang penjepit pada tali pusat bayi. Jenis penjepit yang digunakan bisa berbeda-beda.
Ada penjepit yang dilepas sebelum bayi pulang dari rumah sakit, sehingga hanya tersisa tunggul tali pusat. Ada juga jenis penjepit berbentuk karet gelang yang tetap menempel, sampai sisa tali pusar mengering dan terlepas sendiri.
Apa pun jenis penjepitnya, prinsip perawatannya tetap sama, yaitu jangan terlalu sering disentuh dan biarkan mengering secara alami.
.jpg)
(Segera bawa si kecil ke dokter anak jika terlihat tanda seperti kemerahan di kulit sekitar pusar, keluar nanah atau cairan berbau tidak sedap, bengkak, atau bayi demam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Hal paling penting dalam merawat sisa tali pusar, adalah menjaga area tersebut tetap bersih dan kering. Popok bayi sebaiknya tidak menutupi area pusar, karena bisa membuatnya lembap atau terkena urine.
Untuk mengatasinya, bagian atas popok bisa dilipat sedikit ke bawah atau menggunakan popok khusus bayi baru lahir, yang memiliki lubang di area pusar.
Bayi juga disarankan memakai pakaian yang longgar, agar sirkulasi udara tetap baik dan membantu proses pengeringan. Saat cuaca hangat, bayi bahkan bisa cukup memakai popok dan kaos tipis, agar area pusar lebih cepat kering.
Selama tali pusar belum lepas, mandi spons lebih dianjurkan dibanding mandi di bak. Cara ini membantu mencegah area pusar terlalu sering terkena air.
Jika sisa tali pusar terlihat kotor atau lengket, area tersebut cukup dibersihkan menggunakan kapas atau kain lembut, yang dibasahi air hangat biasa. Setelah dibersihkan, biarkan mengering sendiri tanpa perlu diberi alkohol atau cairan khusus.
Tunggul tali pusar akan terlepas sendiri ketika sudah benar-benar kering. Oleh karena itu, jangan mencoba menariknya, meski terlihat tinggal sedikit atau hanya tersisa benang tipis.
Kadang setelah lepas masih ada sisa kecil yang menempel di pusar, atau terlihat serat kain dari pakaian maupun popok. Hal tersebut biasanya normal dan akan lepas sendiri seiring waktu.
Segera hubungi dokter jika muncul tanda-tanda berikut:
1. Kulit di sekitar pangkal tali pusar terlihat merah
2. Sisa tali pusar mengeluarkan bau tidak sedap
3. Muncul cairan kuning dari area pusar
4. Sisa tali pusar belum juga lepas dalam satu bulan pertama
Jika dirawat dengan baik, sisa tali pusar akan mengering sempurna dan akhirnya lepas sendiri, meninggalkan pusar bayi yang sehat dan normal.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Biasanya sih proses healing sampai lepas ini butuh waktu sekitar 1 hingga 3 minggu. Nah, tugas penting kita selama masa ini adalah menjaga area pusar tetap bersih dan gak lembap, biar bebas dari risiko iritasi atau infeksi bakteri!
Dilansir dari BabyCenter, Bidan Miriam Maldonado menjelaskan bahwa perawatan utama pada sisa tali pusar sebenarnya cukup sederhana, yaitu menjaga area tersebut tetap bersih dan kering sampai lepas secara alami.
Penjepit tali pusar bisa berbeda
Sebelum tali pusat dipotong, dokter atau bidan biasanya memasang penjepit pada tali pusat bayi. Jenis penjepit yang digunakan bisa berbeda-beda.
Ada penjepit yang dilepas sebelum bayi pulang dari rumah sakit, sehingga hanya tersisa tunggul tali pusat. Ada juga jenis penjepit berbentuk karet gelang yang tetap menempel, sampai sisa tali pusar mengering dan terlepas sendiri.
Apa pun jenis penjepitnya, prinsip perawatannya tetap sama, yaitu jangan terlalu sering disentuh dan biarkan mengering secara alami.
Cara merawat sisa tali pusar bayi
.jpg)
(Segera bawa si kecil ke dokter anak jika terlihat tanda seperti kemerahan di kulit sekitar pusar, keluar nanah atau cairan berbau tidak sedap, bengkak, atau bayi demam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Hal paling penting dalam merawat sisa tali pusar, adalah menjaga area tersebut tetap bersih dan kering. Popok bayi sebaiknya tidak menutupi area pusar, karena bisa membuatnya lembap atau terkena urine.
Untuk mengatasinya, bagian atas popok bisa dilipat sedikit ke bawah atau menggunakan popok khusus bayi baru lahir, yang memiliki lubang di area pusar.
Bayi juga disarankan memakai pakaian yang longgar, agar sirkulasi udara tetap baik dan membantu proses pengeringan. Saat cuaca hangat, bayi bahkan bisa cukup memakai popok dan kaos tipis, agar area pusar lebih cepat kering.
Selama tali pusar belum lepas, mandi spons lebih dianjurkan dibanding mandi di bak. Cara ini membantu mencegah area pusar terlalu sering terkena air.
Jika sisa tali pusar terlihat kotor atau lengket, area tersebut cukup dibersihkan menggunakan kapas atau kain lembut, yang dibasahi air hangat biasa. Setelah dibersihkan, biarkan mengering sendiri tanpa perlu diberi alkohol atau cairan khusus.
Jangan pernah menarik tali pusar
Tunggul tali pusar akan terlepas sendiri ketika sudah benar-benar kering. Oleh karena itu, jangan mencoba menariknya, meski terlihat tinggal sedikit atau hanya tersisa benang tipis.
Kadang setelah lepas masih ada sisa kecil yang menempel di pusar, atau terlihat serat kain dari pakaian maupun popok. Hal tersebut biasanya normal dan akan lepas sendiri seiring waktu.
Baca Juga :
Manfaat dan Fungsi Tali Pusat
Tanda yang harus diwaspadai
Segera hubungi dokter jika muncul tanda-tanda berikut:
1. Kulit di sekitar pangkal tali pusar terlihat merah
2. Sisa tali pusar mengeluarkan bau tidak sedap
3. Muncul cairan kuning dari area pusar
4. Sisa tali pusar belum juga lepas dalam satu bulan pertama
Jika dirawat dengan baik, sisa tali pusar akan mengering sempurna dan akhirnya lepas sendiri, meninggalkan pusar bayi yang sehat dan normal.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)