FITNESS & HEALTH

5 Tips Sat-set Siapin Kehamilan di Usia 35 Tahun Biar Tetap Strong & Sehat

Yatin Suleha
Minggu 25 Januari 2026 / 15:33
Jakarta: Di era modern ini, semakin banyak wanita yang memilih untuk merencanakan kehamilan di usia yang lebih matang, mungkin setelah membangun karier, mencapai stabilitas finansial, atau bahkan setelah pengalaman hidup yang lebih luas.

Namun, hamil di usia ibu yang lebih tua biasanya di atas 35 tahun bukanlah hal yang sederhana karena tubuh wanita mengalami perubahan alami seiring bertambahnya usia, seperti penurunan jumlah sel telur yang berkualitas dan peningkatan risiko komplikasi kesehatan.

Meskipun tantangan ini terdengar menakutkan, banyak wanita berhasil hamil dan melahirkan bayi yang sehat dengan pendekatan yang tepat, seperti mengadopsi gaya hidup sehat, berkonsultasi dengan dokter spesialis.
 
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah tips praktis dan mudah diikuti untuk membantu meningkatkan peluang kehamilan.
 

1. Lakukan pemeriksaan prakonsepsi 


Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik. Mereka juga mungkin melakukan tes urine dan tes darah. Pemeriksaan ini juga mencakup evaluasi nutrisi, seperti kadar vitamin D dan folat yang penting untuk kesehatan reproduksi.
 

2. Atasi kondisi kesehatan sebelum hamil 



(Kehamilan yang sehat tetap sangat mungkin tercapai dengan persiapan yang matang. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Usahakan untuk mengelola kondisi yang dapat memengaruhi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit tiroid, dan diabetes. Dokter dapat membantu dalam hal ini atau mereka mungkin merujuk ke spesialis. 
 

3. Ubah obat-obatan, jika diperlukan 


Jangan menghentikan obat yang diresepkan sendiri, tetapi bicarakan dengan dokter untuk mengetahui apakah jenis atau dosis obat yang dikonsumsi untuk mengobati suatu kondisi perlu disesuaikan sebelum hamil.
 

4. Pertimbangkan untuk bertemu dengan konselor genetik 


Konselor genetik dapat membantu menentukan apakah ada alasan untuk khawatir tentang gangguan genetik atau cacat lahir. Mereka dapat membantu memutuskan tes skrining mana yang mungkin berguna.

Misalnya, dengan skrining carrier genetik sampel air liur atau darah sederhana dapat menentukan apakah seseorang atau pasangan membawa penyakit genetik serius, seperti anemia sel sabit atau fibrosis kistik. 
   

5. Jangan lewatkan janji temu prenatal 


Dokter atau bidan akan ingin memantau kondisi dan bayi dengan baik. Seseorang mungkin perlu menemui mereka lebih sering dari biasanya jika memiliki kondisi medis atau jika berusia 40 tahun ke atas. 

Seseorang mungkin memerlukan tes tambahan selama kehamilan untuk memastikan kondisi baik. Kunjungan prenatal biasanya dimulai setiap 4 minggu, lalu lebih sering di trimester kedua dan ketiga.


Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH