FITNESS & HEALTH
Makan Enak Pas Lebaran tapi Kolesterol Tetap Aman? Bisa Banget!
Aulia Putriningtias
Senin 16 Maret 2026 / 18:03
- Makanan khas Lebaran membuat kita lupa akan penyakit yang dialami, perlu hati-hati, nih!
- Makanan Lebaran identik dengan santan, kaldu, garam, bahkan gula yang tinggi.
- Bagi pengidap kolesterol tinggi mungkin rasanya seperti tersiksa dengan makanan-makanan tersebut.
Jakarta: Lebaran Idulfitri adalah momentum kita untuk berkumpul bersama keluarga besar. Makanan khas Lebaran membuat kita lupa akan penyakit yang dialami, perlu hati-hati, nih!
Makanan Lebaran identik dengan santan, kaldu, garam, bahkan gula yang tinggi. Bagi pengidap kolesterol tinggi mungkin rasanya seperti tersiksa dengan makanan-makanan tersebut.
Namun, jangan terlalu khawatir! Bisa kok untuk tetap menikmati makanan-makanan Lebaran. Adapun beberapa rekomendasi makanan Lebaran yang cocok disantap, antara lain:
Ketupat terbuat dari beras yang tidak mengandung kolesterol, tetapi sering dimakan bersama lauk tinggi lemak. Karena itu sebaiknya dipadukan dengan lauk yang lebih sehat seperti sayuran atau protein rendah lemak.

(Opor ayam tanpa kulit lebih sehat karena secara signifikan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol jahat, menjadikannya pilihan lebih rendah kalori. Foto: Dok. Royco)
Opor ayam termasuk makanan khas Lebaran yang bisa tinggi kolesterol jika menggunakan santan kental dan ayam berkulit. Untuk lebih sehat, pilih dada ayam tanpa kulit dan kurangi kuah santan.
Tempe berasal dari kedelai yang mengandung protein nabati dan isoflavon. Makanan berbasis kedelai seperti tempe atau tahu dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan memperbaiki profil kolesterol.
Sayuran mengandung serat seperti sayur labu siam membantu menurunkan kolesterol dalam darah. Karena itu dianjurkan memperbanyak konsumsi sayuran saat Lebaran untuk menyeimbangkan makanan berlemak.
Menu berbasis sayuran seperti gado-gado kaya serat dan nutrisi, yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh serta baik untuk kesehatan jantung.
Itulah beberapa makanan Lebaran yang cocok disantap untuk pengidap kolesterol tinggi. Jadi, jangan tidak makan karena takut kolesterol tinggi, ya! Intinya adalah pemenuhan porsi yang cukup dan tidak makan berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Makanan Lebaran identik dengan santan, kaldu, garam, bahkan gula yang tinggi. Bagi pengidap kolesterol tinggi mungkin rasanya seperti tersiksa dengan makanan-makanan tersebut.
Namun, jangan terlalu khawatir! Bisa kok untuk tetap menikmati makanan-makanan Lebaran. Adapun beberapa rekomendasi makanan Lebaran yang cocok disantap, antara lain:
Baca Juga :
Bye-bye Parsel, Welcome Hamper
1. Ketupat
Ketupat terbuat dari beras yang tidak mengandung kolesterol, tetapi sering dimakan bersama lauk tinggi lemak. Karena itu sebaiknya dipadukan dengan lauk yang lebih sehat seperti sayuran atau protein rendah lemak.
2. Opor ayam tanpa kulit

(Opor ayam tanpa kulit lebih sehat karena secara signifikan mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol jahat, menjadikannya pilihan lebih rendah kalori. Foto: Dok. Royco)
Opor ayam termasuk makanan khas Lebaran yang bisa tinggi kolesterol jika menggunakan santan kental dan ayam berkulit. Untuk lebih sehat, pilih dada ayam tanpa kulit dan kurangi kuah santan.
3. Sambal goreng tempe
Tempe berasal dari kedelai yang mengandung protein nabati dan isoflavon. Makanan berbasis kedelai seperti tempe atau tahu dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan memperbaiki profil kolesterol.
4. Sayur labu siam
Sayuran mengandung serat seperti sayur labu siam membantu menurunkan kolesterol dalam darah. Karena itu dianjurkan memperbanyak konsumsi sayuran saat Lebaran untuk menyeimbangkan makanan berlemak.
5. Gado-gado
Menu berbasis sayuran seperti gado-gado kaya serat dan nutrisi, yang membantu mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh serta baik untuk kesehatan jantung.
Itulah beberapa makanan Lebaran yang cocok disantap untuk pengidap kolesterol tinggi. Jadi, jangan tidak makan karena takut kolesterol tinggi, ya! Intinya adalah pemenuhan porsi yang cukup dan tidak makan berlebihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)