FAMILY
5 Perubahan Kesehatan yang Perlu Dilakukan sebelum Hamil
A. Firdaus
Jumat 09 Januari 2026 / 12:10
Jakarta: Merencanakan kehamilan adalah langkah penting yang membutuhkan persiapan matang, terutama dari segi kesehatan.
Banyak orang yang baru menyadari betapa pentingnya kondisi tubuh yang prima sebelum memutuskan untuk memiliki anak, karena hal ini tidak hanya memengaruhi kesuksesan kehamilan tetapi juga kesehatan ibu dan bayi di masa depan.
Dilansir dari Parents, berikut adalah lima perubahan kesehatan utama yang perlu dilakukan sebelum hamil, mulai dari pola makan seimbang hingga olahraga rutin:
Sebelum bisa hamil, tentu saja harus menghentikan penggunaan kontrasepsi. Namun, hal ini biasanya tidak sesederhana menghentikan penggunaan kontrasepsi dan langsung hamil pada minggu berikutnya.
Lisa Mazzullo, MD, co-author of Before Your Pregnancy menyarankan mengikuti panduan berikut untuk menghentikan kontrasepsi:
· Hentikan penggunaan pil kontrasepsi dua siklus sebelum ingin hamil.
· Cabut IUD sebulan sebelumnya.
· Biarkan dosis terakhir kontrasepsi suntik, seperti Depo-Provera, habis tiga bulan sebelum konsepsi.
Hal ini akan memberi kesempatan bagi kadar hormon untuk kembali normal, dan memungkinkan melacak siklus menstruasi serta mengetahui kapan ovulasi atau waktu paling subur untuk hamil terjadi. Konsultasikan juga dengan dokter untuk memastikan transisi aman dan memantau kesehatan reproduksi.
Studi menunjukkan bahwa berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan janin. Misalnya, penelitian menemukan bahwa obesitas terkait dengan ketidakmampuan ovulasi.
Demikian pula, berat badan yang terlalu rendah terkait dengan hal-hal, seperti penurunan tingkat implantasi, penurunan kehamilan klinis, dan penurunan kehamilan yang berlanjut
Bicaralah dengan tenaga kesehatan untuk menentukan berat badan ideal dan langkah-langkah yang perlu ambil untuk mencapainya. Mencapai berat badan seimbang melibatkan diet sehat dan olahraga teratur. Dokter bisa memberikan saran nutrisi dan memantau kemajuan untuk memastikan persiapan yang optimal.
Beraktivitas fisik sebelum dan selama kehamilan memiliki manfaat. Semakin bugar, maka semakin mudah kehamilan dan persalinan mungkin berlangsung.
Dapat juga melanjutkan rutinitas olahraga jika sudah aktif, tetapi pastikan saja tidak berlebihan. Sebelum hamil bukanlah waktu yang tepat untuk berlatih maraton atau mengangkat beban berat. Olahraga seperti berjalan kaki atau yoga bisa meningkatkan stamina dan mengurangi risiko komplikasi.
Penelitian menunjukkan bahwa kafein tampaknya tidak memengaruhi kesuburan. Namun, selama kehamilan, konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.
Itulah mengapa American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan untuk membatasi konsumsi kafein selama kehamilan tidak lebih dari 200 miligram per hari atau sekitar satu cangkir kopi.
Saat mencoba untuk hamil, American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menyatakan bahwa stres dapat mengurangi rasa percaya diri seksual, kepuasan, dan frekuensi hubungan seksual.
Mengambil waktu untuk diri sendiri setiap hari dan melakukan praktik mindfulness dapat membantu mengurangi stres. Cobalah hal-hal, seperti berolahraga, menulis jurnal, mendapatkan pijat, berbicara dengan pasangan, mendapatkan tidur yang cukup.
Teknik relaksasi seperti meditasi atau bernapas dalam bisa menjadi rutinitas harian karena membantu menjaga keseimbangan emosional dan meningkatkan peluang kehamilan yang sehat. Jika stres kronis, terapis bisa memberikan dukungan tambahan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Banyak orang yang baru menyadari betapa pentingnya kondisi tubuh yang prima sebelum memutuskan untuk memiliki anak, karena hal ini tidak hanya memengaruhi kesuksesan kehamilan tetapi juga kesehatan ibu dan bayi di masa depan.
Dilansir dari Parents, berikut adalah lima perubahan kesehatan utama yang perlu dilakukan sebelum hamil, mulai dari pola makan seimbang hingga olahraga rutin:
1. Hentikan penggunaan kontrasepsi
Sebelum bisa hamil, tentu saja harus menghentikan penggunaan kontrasepsi. Namun, hal ini biasanya tidak sesederhana menghentikan penggunaan kontrasepsi dan langsung hamil pada minggu berikutnya.
Lisa Mazzullo, MD, co-author of Before Your Pregnancy menyarankan mengikuti panduan berikut untuk menghentikan kontrasepsi:
· Hentikan penggunaan pil kontrasepsi dua siklus sebelum ingin hamil.
· Cabut IUD sebulan sebelumnya.
· Biarkan dosis terakhir kontrasepsi suntik, seperti Depo-Provera, habis tiga bulan sebelum konsepsi.
Baca Juga :
Mengenal BMI Selama Hamil hingga Badan Berlebih
Hal ini akan memberi kesempatan bagi kadar hormon untuk kembali normal, dan memungkinkan melacak siklus menstruasi serta mengetahui kapan ovulasi atau waktu paling subur untuk hamil terjadi. Konsultasikan juga dengan dokter untuk memastikan transisi aman dan memantau kesehatan reproduksi.
2. Menjaga keseimbangan
Studi menunjukkan bahwa berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi kesuburan dan kesehatan janin. Misalnya, penelitian menemukan bahwa obesitas terkait dengan ketidakmampuan ovulasi.
Demikian pula, berat badan yang terlalu rendah terkait dengan hal-hal, seperti penurunan tingkat implantasi, penurunan kehamilan klinis, dan penurunan kehamilan yang berlanjut
Bicaralah dengan tenaga kesehatan untuk menentukan berat badan ideal dan langkah-langkah yang perlu ambil untuk mencapainya. Mencapai berat badan seimbang melibatkan diet sehat dan olahraga teratur. Dokter bisa memberikan saran nutrisi dan memantau kemajuan untuk memastikan persiapan yang optimal.
3. Berolahraga
Beraktivitas fisik sebelum dan selama kehamilan memiliki manfaat. Semakin bugar, maka semakin mudah kehamilan dan persalinan mungkin berlangsung.
Dapat juga melanjutkan rutinitas olahraga jika sudah aktif, tetapi pastikan saja tidak berlebihan. Sebelum hamil bukanlah waktu yang tepat untuk berlatih maraton atau mengangkat beban berat. Olahraga seperti berjalan kaki atau yoga bisa meningkatkan stamina dan mengurangi risiko komplikasi.
4. Hindari kafein
Penelitian menunjukkan bahwa kafein tampaknya tidak memengaruhi kesuburan. Namun, selama kehamilan, konsumsi kafein berlebihan dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.
Itulah mengapa American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan untuk membatasi konsumsi kafein selama kehamilan tidak lebih dari 200 miligram per hari atau sekitar satu cangkir kopi.
5. Relaksasi
Saat mencoba untuk hamil, American Society for Reproductive Medicine (ASRM) menyatakan bahwa stres dapat mengurangi rasa percaya diri seksual, kepuasan, dan frekuensi hubungan seksual.
Mengambil waktu untuk diri sendiri setiap hari dan melakukan praktik mindfulness dapat membantu mengurangi stres. Cobalah hal-hal, seperti berolahraga, menulis jurnal, mendapatkan pijat, berbicara dengan pasangan, mendapatkan tidur yang cukup.
Teknik relaksasi seperti meditasi atau bernapas dalam bisa menjadi rutinitas harian karena membantu menjaga keseimbangan emosional dan meningkatkan peluang kehamilan yang sehat. Jika stres kronis, terapis bisa memberikan dukungan tambahan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)