FITNESS & HEALTH
Baru Ganti Bra Udah Basah Lagi? Cobaan Bumil: Puting Bocor Alus!
Yatin Suleha
Selasa 02 Juni 2026 / 20:04
- Jauh sebelum hari-H melahirkan, tubuh bumil tuh udah otomatis bersiap buat fase menyusui.
- Makanya, jangan kaget kalau tiba-tiba ada cairan yang keluar dari puting tanpa permisi.
- Fenomena puting bocor ini biasanya melanda pas masa-masa akhir kehamilan dan statusnya aman alias normal banget.
Jakarta: Jauh sebelum hari-H melahirkan, tubuh bumil tuh udah otomatis bersiap buat fase menyusui. Makanya, jangan kaget kalau tiba-tiba ada cairan yang keluar dari puting tanpa permisi.
Fenomena puting bocor ini biasanya melanda pas masa-masa akhir kehamilan dan statusnya aman alias normal banget.
Anggap aja payudara yang bocor ini sebagai sinyal kalau tubuh kamu lagi simulasi dan siap menyambut si kecil!
“Tingkat prolaktin yang tinggi atau hormon, yang mempersiapkan payudara kamu untuk menyusui pada akhir kehamilan, terkadang dapat menyebabkan cairan bocor dari puting saat dirangsang,” kata Marjorie Greenfield, MD.
Greenfield adalah profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Cairan yang keluar biasanya berupa kolostrum, yaitu ASI pertama yang kaya nutrisi untuk bayi. Kebocoran ini bisa muncul tanpa disadari saat mandi, berganti pakaian, tidur, memikirkan bayi, bahkan ketika berhubungan intim.

(Puting basah saat hamil umumnya disebabkan oleh keluarnya kolostrum (ASI pertama) atau cairan bening. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Saat hormon kehamilan meningkat, tubuh mulai mengaktifkan sistem produksi ASI secara perlahan. Oleh karena itu, payudara menjadi lebih sensitif dan mudah bereaksi, terhadap sentuhan ringan maupun perubahan suhu.
Beberapa ibu hamil mungkin hanya mengalami sedikit tetesan cairan, sementara yang lain bisa mengalami kebocoran lebih sering.
Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, dan justru menjadi tanda bahwa tubuh sedang mempersiapkan proses menyusui, setelah persalinan nanti.
Meski tidak bisa dihentikan sepenuhnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman, akibat kebocoran puting.
Menggunakan bantalan menyusui di dalam bra dapat membantu menyerap cairan, agar pakaian tidak mudah basah. Selain lebih nyaman dipakai beraktivitas, cara ini juga membantu menjaga area payudara tetap kering.
Bagi yang ingin mulai mengenal proses menyusui lebih awal, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konsultan laktasi, juga bisa menjadi pilihan.
Namun, pengambilan kolostrum atau memompa ASI sebaiknya dihindari jika usia kehamilan masih di bawah 37 minggu, atau memiliki risiko persalinan prematur.
Walaupun umumnya normal, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan. Jika cairan yang keluar bercampur darah, berbau tidak sedap, atau disertai nyeri, kondisi ini perlu segera diperiksakan.
Kebocoran berdarah bisa berkaitan dengan infeksi bakteri atau papilloma intraduktal, yaitu kondisi nonkanker yang cukup sering menjadi penyebab keluarnya darah dari puting.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda awal kanker payudara atau area dada, sehingga pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Fenomena puting bocor ini biasanya melanda pas masa-masa akhir kehamilan dan statusnya aman alias normal banget.
Anggap aja payudara yang bocor ini sebagai sinyal kalau tubuh kamu lagi simulasi dan siap menyambut si kecil!
“Tingkat prolaktin yang tinggi atau hormon, yang mempersiapkan payudara kamu untuk menyusui pada akhir kehamilan, terkadang dapat menyebabkan cairan bocor dari puting saat dirangsang,” kata Marjorie Greenfield, MD.
Greenfield adalah profesor asisten obstetri dan ginekologi di Case School of Medicine dan University Hospitals di Cleveland, serta penulis buku The Working Woman's Pregnancy Book dalam Parents.
Cairan yang keluar biasanya berupa kolostrum, yaitu ASI pertama yang kaya nutrisi untuk bayi. Kebocoran ini bisa muncul tanpa disadari saat mandi, berganti pakaian, tidur, memikirkan bayi, bahkan ketika berhubungan intim.
Kenapa kebocoran puting bisa terjadi?

(Puting basah saat hamil umumnya disebabkan oleh keluarnya kolostrum (ASI pertama) atau cairan bening. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Saat hormon kehamilan meningkat, tubuh mulai mengaktifkan sistem produksi ASI secara perlahan. Oleh karena itu, payudara menjadi lebih sensitif dan mudah bereaksi, terhadap sentuhan ringan maupun perubahan suhu.
Beberapa ibu hamil mungkin hanya mengalami sedikit tetesan cairan, sementara yang lain bisa mengalami kebocoran lebih sering.
Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, dan justru menjadi tanda bahwa tubuh sedang mempersiapkan proses menyusui, setelah persalinan nanti.
Cara mengatasi puting bocor saat hamil
Meski tidak bisa dihentikan sepenuhnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman, akibat kebocoran puting.
Menggunakan bantalan menyusui di dalam bra dapat membantu menyerap cairan, agar pakaian tidak mudah basah. Selain lebih nyaman dipakai beraktivitas, cara ini juga membantu menjaga area payudara tetap kering.
Bagi yang ingin mulai mengenal proses menyusui lebih awal, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konsultan laktasi, juga bisa menjadi pilihan.
Namun, pengambilan kolostrum atau memompa ASI sebaiknya dihindari jika usia kehamilan masih di bawah 37 minggu, atau memiliki risiko persalinan prematur.
Kapan harus waspada?
Walaupun umumnya normal, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan. Jika cairan yang keluar bercampur darah, berbau tidak sedap, atau disertai nyeri, kondisi ini perlu segera diperiksakan.
Kebocoran berdarah bisa berkaitan dengan infeksi bakteri atau papilloma intraduktal, yaitu kondisi nonkanker yang cukup sering menjadi penyebab keluarnya darah dari puting.
Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda awal kanker payudara atau area dada, sehingga pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)