FITNESS & HEALTH

Tekan Angka Kematian Ibu, Kemenkes Gandeng KOICA dan UNFPA Luncurkan Proyek SPEED

Yatin Suleha
Minggu 12 Juli 2026 / 19:14
Ringkasnya gini..
  • Kemenkes RI baru saja meluncurkan proyek SPEED.
  • Strengthening Professional Education and Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI).
  • bareng Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Population Fund (UNFPA) di Jakarta.
​Jakarta: Kemenkes RI baru saja meluncurkan proyek SPEED (Strengthening Professional Education and Enhanced Policy Framework for Midwifery Development in Indonesia) bareng Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan United Nations Population Fund (UNFPA) di Jakarta, Kamis (9/7). 

Inisiatif keren ini punya misi besar: menekan Angka Kematian Ibu (AKI) jadi di bawah 77 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2029 nanti.

Tujuannya jelas, karena angka AKI di Indonesia masih cukup mengkhawatirkan. Menurut data SUPAS (Survei Penduduk Antar Sensus) 2025, angkanya ada di posisi 144 per 100.000 kelahiran hidup. 

Bayangkan saja, setiap 1-2 jam ada satu ibu yang kehilangan nyawa akibat komplikasi kehamilan, persalinan, atau nifas.

Lewat proyek SPEED ini, kualitas pendidikan kebidanan bakal diperkuat habis-habisan. Harapannya, setiap proses persalinan nantinya ditangani oleh bidan yang benar-benar kompeten, sehingga setiap nyawa ibu bisa lebih terjaga dan terselamatkan.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Yuli Farianti mengatakan, ​“Tahun 2029, Pemerintah berkomitmen menurunkan angka kematian ibu menjadi kurang dari 77/100.000 kelahiran hidup per tahun."

"Untuk mencapai target tersebut, penguatan kompetensi bidan menjadi sangat penting. Kami meyakini bahwa investasi pada pendidikan bidan merupakan investasi bagi masa depan bangsa. Bidan yang kompeten akan berkontribusi langsung dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sekaligus memperkuat sistem kesehatan Indonesia," kata Yuli lagi. 


(Kemenkes luncurkan proyek SPEED untuk tingkatkan kompetensi bidan demi menurunkan angka kematian ibu di Indonesia. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Yuli melanjutkan melalui kemitraan antara Kementerian Kesehatan, KOICA, dan UNFPA, pemerintah berharap penguatan pendidikan profesi kebidanan dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan mutu dan profesionalisme bidan Indonesia, sehingga setiap ibu, di mana pun berada, memperoleh pelayanan yang aman, berkualitas, dan berkesinambungan

​Secara teknis, proyek SPEED akan mereformasi pendidikan pra-jabatan di 12 Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes agar setara dengan standar International Confederation of Midwives (ICM). 

Selain itu, proyek ini akan membangun platform digital Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk membekali 358.892 bidan di seluruh Indonesia dengan keahlian Penanganan Gawat Darurat Obstetri dan Bayi Baru Lahir (PONEK).

​Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami menegaskan pentingnya langkah ini. 

“UNFPA dengan bangga mendukung Indonesia dalam perjalanan transformatif ini. Melalui kemitraan ini, kita melangkah lebih jauh dari sekadar kuantitas untuk memprioritaskan kualitas pelayanan. Bidan adalah garda terdepan pelindung kesehatan ibu"

"Dengan menstandarisasi pendidikan kebidanan dan menciptakan ekosistem digital yang permanen untuk pertumbuhan profesional, kita memastikan setiap ibu menerima layanan yang aman dan berkualitas tinggi,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Country Director KOICA Indonesia Office, Kim Hyo Jin menambahkan, “Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan kesehatan ibu, dan langkah berikutnya adalah memastikan setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas yang diberikan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dengan baik."

"Melalui proyek SPEED, KOICA bangga bermitra dengan Kementerian Kesehatan dan UNFPA untuk memperkuat sistem pendidikan kebidanan di Indonesia serta membangun fondasi yang berkelanjutan bagi kehamilan yang lebih aman, persalinan yang lebih selamat, dan masyarakat yang lebih sehat.”

​Proyek SPEED akan berjalan hingga 2030 dengan menargetkan 8.280 mahasiswa serta instruktur kebidanan. Upaya ini diproyeksikan akan memberi dampak positif secara tidak langsung bagi kesejahteraan jutaan keluarga di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH