FITNESS & HEALTH

Bukan Thrifting Baju, Sekarang Ada Tren Jual Implan Payudara Bekas!

Yatin Suleha
Kamis 09 Juli 2026 / 16:11
Ringkasnya gini..
  • Tren ini disebut dipicu oleh kondisi ekonomi yang semakin sulit, sehingga sebagian wanita memilih melepas implan dan menjualnya kembali.
  • Meski dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga awal, praktik ini justru menuai kekhawatiran dari kalangan medis.
  • Dokter bedah plastik mengingatkan bahwa hal ini memiliki risiko kesehatan yang sangat besar dan tidak disarankan untuk dilakukan.
Jakarta: Fenomena penjualan implan payudara bekas tengah menjadi sorotan di Rusia, setelah banyak iklan yang menawarkan implan bekas pakai bermunculan di platform jual beli online.

Tren yang tidak biasa ini disebut dipicu oleh kondisi ekonomi yang semakin sulit, sehingga sebagian wanita memilih melepas implan dan menjualnya kembali, demi mendapatkan tambahan uang. 

 

Meski dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga awal, praktik ini justru menuai kekhawatiran dari kalangan medis. 

Dokter bedah plastik mengingatkan bahwa penggunaan implan bekas milik orang lain, memiliki risiko kesehatan yang sangat besar dan tidak disarankan untuk dilakukan.
 

Harga implan bekas jauh lebih murah


Salah satu alasan tren ini menarik perhatian adalah harga jualnya yang turun drastis, dibandingkan saat pertama kali dibeli. Implan bekas bahkan dijual dengan harga tiga hingga empat kali lebih murah.

Implan merek Mentor yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp 32 juta, misalnya, dijual kembali dengan harga sekitar Rp 8 juta.

Sementara itu, implan merek Motiva yang semula bernilai sekitar Rp 46 juta, ditawarkan kembali dengan harga sekitar Rp 6,9 juta.
 

Dipicu krisis ekonomi



(Sebagian wanita mengambil keputusan untuk melepas implan, yang sebelumnya dipasang dan menjualnya demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Foto: Dok. Pexels.com)

Meningkatnya penjualan implan bekas disebut berkaitan dengan kondisi ekonomi di Rusia, yang membuat daya beli masyarakat melemah. 

Situasi tersebut mendorong sebagian wanita mengambil keputusan untuk melepas implan, yang sebelumnya dipasang dan menjualnya demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
 

Dokter ingatkan risiko kesehatan


Meski terlihat menguntungkan dari sisi harga, dokter bedah plastik menegaskan bahwa penggunaan implan bekas sangat berisiko.

Implan yang pernah digunakan dapat menyimpan bakteri, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi. 

Selain itu, kondisi fisik implan juga belum tentu masih sempurna, karena berisiko mengalami kerusakan atau kebocoran setelah dikeluarkan dari tubuh.

Risiko lain yang tidak kalah serius adalah kontaminasi. Memasang kembali implan bekas milik orang lain dapat memicu reaksi dari sistem kekebalan tubuh, karena benda tersebut sudah pernah berada di dalam tubuh orang lain. Kondisi ini berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih berat.
 

Implan baru bisa bertahan lama


Dalam prosedur medis, implan payudara baru umumnya memiliki masa pakai sekitar 10 hingga 20 tahun. Di Indonesia, biaya operasi pemasangan implan baru berkisar mulai dari Rp 20 juta ke atas, termasuk tindakan operasi dan perawatan yang diperlukan.

Para pakar juga menegaskan bahwa penggunaan implan bekas, dapat memicu penolakan oleh sistem kekebalan tubuh.

 

Dampaknya tidak hanya meningkatkan risiko infeksi, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau nekrosis, hingga komplikasi lain yang membahayakan keselamatan pasien.

Karena alasan tersebut, sebagian besar dokter bedah plastik tidak akan menggunakan kembali implan, yang sebelumnya pernah dipasang pada orang lain.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH