Matahari. DOK
Matahari. DOK

Bagaimana Dampak Badai Magnetik Skala 'Severe' Bagi Indonesia? Ini Kata BMKG

Renatha Swasty • 21 Januari 2026 17:03
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya fenomena badai magnetik cukup kuat pada awal tahun 2026 tepatnya pada dini hari tanggal 20 Januari 2026. Bumi kembali 'disentuh' oleh aktivitas Matahari yang memicu gangguan pada lapisan magnetosfer.
 
Melansir informasi dari akun Instagram resmi Bidang Geofisika Potensial BMKG (@geopot_bmkg), fenomena ini dipicu oleh ledakan matahari moderat yang mengakibatkan lontaran massa korona. Aliran partikel bermuatan dari lubang korona tersebut mempercepat angin matahari yang kemudian menghantam medan magnet Bumi.
 
Berdasarkan data dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), skala dampak badai magnet kali ini berada di level G4 atau kategori Severe (Parah). Fenomena tingkat ini diperkirakan terjadi kira-kira 100 kali dalam satu siklus matahari (per 11 tahun).

Secara global, dampak dari level G4 bisa cukup serius, antara lain:
  1. Sistem Kelistrikan: Kemungkinan terjadi masalah kontrol tegangan yang meluas pada sistem tenaga.
  2. Operasi Satelit: Pesawat luar angkasa mungkin mengalami masalah pengisian daya dan pelacakan permukaan.
  3. Navigasi & Komunikasi: Sinyal satelit dan GPS dapat mengalami penurunan akurasi selama berjam-jam, serta gangguan pada komunikasi radio HF (High Frequency).
  4. Fenomena Visual: Kemunculan cahaya Aurora yang biasanya terlihat di wilayah lintang tinggi.

Dampak di Indonesia

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, stasiun pengamatan magnet di Indonesia mencatat nilai Indeks A maksimum mencapai 63. Angka ini mengindikasikan badai magnet dengan skala kuat hingga berat memang terdeteksi di wilayah Nusantara.
 
Meskipun demikian, BMKG memastikan dampak yang dirasakan di Indonesia relatif kecil.
"Hal ini dikarenakan Indonesia berada di sekitar ekuator geomagnetik, yaitu wilayah di mana medan magnet Bumi paling horizontal (inklinasi mendekati 0 derajat)," tulis informasi di laman BMKG.
 
Posisi geografis ini membuat medan magnet Bumi berfungsi efektif melindungi wilayah Indonesia dari dampak terburuk badai magnetik, yang biasanya dampaknya paling kuat dirasakan di wilayah kutub. BMKG juga menegaskan badai magnetik bukanlah ancaman yang perlu ditakuti, melainkan sebuah fenomena alamiah yang terjadi akibat aktivitas dinamika matahari. (Sultan Rafly Dharmawan)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan