FITNESS & HEALTH

Makrosomia pada Janin dan Bayi, Ketahui Penyebab serta Dampaknya

A. Firdaus
Sabtu 17 Januari 2026 / 17:12
Jakarta: Makrosomia adalah kondisi di mana bayi lahir dengan ukuran yang lebih besar dari biasanya. Ini bisa memengaruhi kesehatan ibu dan bayi, sehingga penting untuk dipahami dengan baik. Dengan pengetahuan ini, ibu hamil dapat bekerja sama dengan dokter untuk memantau dan mengelola risiko.

Makrosomia berarti 'tubuh besar' dan digunakan untuk menggambarkan bayi baru lahir yang jauh lebih besar dari rata-rata. Bayi baru lahir rata-rata beratnya sekitar 3,1 kg atau 3175 gram.

Tidak ada definisi tunggal untuk makrosomia, biasanya didefinisikan sebagai bayi yang beratnya lebih dari 4.000 gram atau lebih dari 4.500 gram saat lahir.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa 6% bayi yang lahir pada tahun 2021 memiliki berat antara 3997 gram dan 4479 gram saat lahir, serta kurang dari 1% memiliki berat 4507 gram atau lebih.
 
Dilansir dari BabyCenter, makrosomia sering diukur berdasarkan berat badan saat lahir. Bayi yang lebih besar dari rata-rata mungkin membutuhkan perhatian khusus, seperti pemantauan gula darah atau pemeriksaan fisik. Namun, banyak bayi makrosomik lahir sehat dan berkembang normal.
 

Apa yang menyebabkan makrosomia?


Beberapa Moms lebih berisiko melahirkan bayi besar dan seringkali, tidak ada satu penyebab tunggal.

Memiliki kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol akibat diabetes atau diabetes gestasional: Kadar gula yang tinggi bisa membuat bayi tumbuh lebih cepat karena nutrisi ekstra.

1. Memulai kehamilan dengan berat badan yang lebih tinggi, berat badan awal yang tinggi dapat memengaruhi pertumbuhan bayi.

2. Tinggi, Moms yang lebih tinggi cenderung memiliki bayi yang lebih besar.

3. Mengalami kenaikan berat badan berlebihan selama kehamilan, karena makanan berlebih bisa meningkatkan ukuran bayi.

4. Pernah melahirkan bayi besar sebelumnya, tetapi jika sebelumnya melahirkan bayi makrosomia, risiko melahirkan bayi besar lagi lima hingga 10 kali lebih tinggi.

5. Sudah melewati tanggal perkiraan lahir lebih dari dua minggu dan kehamilan yang lebih lama membuat bayi tumbuh lebih besar.

6. Sendiri pernah lahir dengan berat badan besar untuk usia kehamilan (LGA), riwayat keluarga bisa memainkan peran.

7. Berusia di atas 35 tahun karena usia ibu yang lebih tua terkait dengan risiko bayi lebih besar.

8. Memiliki kelainan genetik atau sindrom tertentu, seperti sindrom Sotos atau sindrom Beckwith-Wiedemann yang menyebabkan kondisi genetik ini bisa menjadi pertumbuhan berlebih.

9. Mengandung bayi laki-laki karena bayi laki-laki cenderung sedikit lebih besar. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH