Namun, tidak semua uang yang dimiliki sebaiknya disimpan di rekening. Ada jumlah ideal uang tunai yang perlu disiapkan untuk kebutuhan harian, sementara sisanya justru lebih optimal jika dialokasikan ke instrumen lain, seperti investasi.
Kapan menyimpan uang tunai jadi pilihan tepat?
Merangkum artikel OCBC, menyimpan uang tunai di rekening sangat disarankan dalam kondisi tertentu, misalnya saat terjadi krisis.Pengalaman selama pandemi covid-19 menunjukkan bahwa memiliki likuiditas yang cukup menjadi keputusan tepat di tengah ketidakpastian pasar.
Meski begitu, dalam kondisi normal, pengelolaan keuangan yang sehat justru menganjurkan pemisahan dana sesuai peruntukannya. Uang yang tidak digunakan untuk operasional hidup sebaiknya dialihkan ke aset yang berpotensi memberi imbal hasil.
| Baca juga: Nabung di Celengan Masih Relevan? Simak Kelebihan dan Kekurangannya! |
Jumlah ideal uang tunai di rekening
Menurut perencana keuangan berbasis di Pennsylvania, Amerika Serikat, Jessica Goedtel, jumlah uang yang disimpan di rekening sebaiknya cukup untuk menutup kebutuhan selama satu bulan.Ia menilai, menyimpan uang terlalu banyak di rekening berisiko membuat dana tersebut “menguap” tanpa terasa, baik karena terpakai untuk keinginan, maupun tergerus risiko lain seperti fraud, inflasi, atau kesalahan transaksi.
Pandangan serupa disampaikan oleh konselor perencana pensiun asal New Jersey, Gregory Guenther. Ia bahkan menyarankan agar uang di rekening cukup untuk menutup tagihan 1–2 minggu saja.
Pisahkan rekening untuk kelola keuangan lebih rapi
Selain memperhatikan jumlahnya, memiliki lebih dari satu rekening juga disarankan. Pemisahan rekening dapat membantu mengelola keuangan dengan lebih rapi, misalnya untuk kebutuhan pribadi, dana darurat, hingga keperluan usaha.Salah satu cara yang banyak digunakan adalah metode budgeting 50-30-20. Metode ini membagi penghasilan bulanan ke dalam tiga pos utama, yaitu 50 persen untuk kebutuhan bulanan, 30 persen untuk cicilan dan keinginan, serta 20 persen untuk tabungan dan investasi.
Contoh pengelolaan uang bulanan
Sebagai gambaran, jika penghasilan bulanan sebesar Rp10 juta, maka sekitar Rp5 juta bisa disimpan di rekening operasional untuk kebutuhan sehari-hari. Selanjutnya, Rp3 juta digunakan untuk cicilan atau membeli barang yang diinginkan, dan Rp2 juta disisihkan untuk dana darurat atau investasi.Jika belum memiliki tujuan keuangan mendesak, seluruh Rp2 juta tersebut dapat difokuskan ke dana darurat. Namun, jika ada target keuangan tertentu, dana itu bisa dibagi, misalnya Rp1,5 juta untuk tujuan keuangan dan Rp500 ribu untuk dana darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News