Wali saat konser di Petaling Jaya, Malaysia (Foto: Instagram @bandwaliofficial)
Wali saat konser di Petaling Jaya, Malaysia (Foto: Instagram @bandwaliofficial)

Konser Wali Band di Malaysia Dihentikan Mendadak, Ribuan Penggemar Kecewa

Basuki Rachmat • 21 Januari 2026 12:58
Jakarta: Konser Wali Band di Live Arena Petaling Jaya, Malaysia, pada Sabtu malam, 10 Januari 2026, harus berakhir secara antiklimaks. Penampilan Faank dan kawan-kawan terpaksa dihentikan secara mendadak oleh pihak pengelola venue, membuat sekitar 5.000 Parawali (sebutan fans Wali) kecewa.
 
Kekecewaan penonton terjadi setelah sistem suara tiba-tiba dimatikan, tepat ketika Wali belum sempat membawakan sejumlah lagu andalan mereka sebagai penutup konser.
 
Menanggapi insiden tersebut, pihak promotor yang terdiri dari Impian Al Fateh Sdn Bhd, GIS Entertainment & Events, serta Infinity Love Creative Ventures (ILCV Events) akhirnya angkat suara melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Senin, 12 Januari 2026.
 
Dalam keterangannya, promotor menjelaskan bahwa izin hiburan untuk konser tersebut sebenarnya berlaku hingga pukul 01.00 dini hari. Namun, izin operasional dari pihak venue hanya mengizinkan kegiatan hingga pukul 00.00.

“Kami mengakui bahwa izin hiburan dalam ruangan berlaku hingga pukul 01.00 dini hari, sementara izin venue hanya berlaku sampai pukul 00.00 tengah malam. Namun, pertunjukan sebenarnya masih bisa dilanjutkan berdasarkan kesepakatan bersama," ungkap pihak promotor yang dikutip dari Media Rujukan Massa Malaysia pada Rabu, 21 Januari 2026.
 
Pihak promotor pun mengaku telah memohon toleransi tambahan waktu selama 30 menit kepada pihak venue agar Wali dapat menyelesaikan setlist konser mereka hingga akhir. 
 
“Jadi, kami telah memohon kelonggaran waktu hingga pukul 00.30 agar Wali Band dapat menyelesaikan penampilannya dengan sempurna," lanjut mereka.
 
Bahkan, promotor mengaku siap menanggung risiko denda maupun kehilangan deposit sebesar RM20.000 (sekitar Rp83 juta) demi kepuasan para penonton malam itu.
 
“Bahkan, kami siap menanggung risiko dan telah menyampaikan kepada pihak pengelola lokasi bahwa kami bersedia kehilangan deposit sebesar RM20.000 atau dikenai denda, asalkan para penggemar merasa puas dan konser dapat ditutup dengan baik. Keutamaan kami adalah kepuasan penonton, bukan uang Ringgit," tegas pihak promotor.
 
Meski demikian, pihak pengelola venue tetap bersikap tegas. Mereka meminta promotor melampirkan surat izin tertulis lengkap dengan cap resmi dari Majlis Bandaraya Petaling Jaya, sebuah permintaan yang dinilai sulit dipenuhi mengingat waktu telah memasuki tengah malam.
 
Meski sempat tercapai kesepakatan secara lisan, sistem suara akhirnya dimatikan pada pukul 23.55 oleh pihak venue, membuat Wali tak sempat membawakan lagu-lagu penutup populer mereka seperti “Yank” dan “Tobat”.
 
Terkait keterlambatan awal konser yang mencapai sekitar 50 menit, promotor menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu azan dan pelaksanaan salat Isya di sekitar lokasi acara.
 
“Kami tidak ingin memulai konser saat azan sedang berkumandang atau ketika jemaah tengah melaksanakan salat. Waktu Isya sekitar pukul 20.30 dan selesai salat sekitar pukul 20.40.
 
Atas alasan tersebut, kami memutuskan untuk memulai acara pada pukul 20.50," jelas promotor.
"Ini bukan keterlambatan yang disengaja, melainkan bentuk penghormatan terhadap sensitivitas agama dan masyarakat setempat,” tutup mereka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan