Hytale.
Hytale.

Mirip, Ini Perbedaan Hytale dan Minecraft yang Perlu Diketahui

Cahyandaru Kuncorojati • 21 Januari 2026 18:30
Jakarta: Kehadiran Hytale kerap memunculkan perbandingan dengan Minecraft. Keduanya sama-sama mengusung dunia voxel, peta procedurally generated, sistem crafting, hingga mode kreatif. Namun di balik kemiripan visual tersebut, ada sejumlah perbedaan mendasar yang membuat pengalaman bermainnya tidak sepenuhnya sama.
 
Kehadiran Hytale, game sandbox voxel besutan Hypixel Studios, mulai menarik perhatian komunitas gamer global sejak resmi memasuki fase early access. 
 
Dikembangkan oleh tim yang berangkat dari komunitas modder Minecraft, Hytale sejak awal memang kerap disebut sebagai “Minecraft versi modern” dengan ambisi yang lebih besar.

Berikut perbedaan utama Hytale dan Minecraft berdasarkan fitur yang sudah tersedia saat ini.
 

Masih Tahap Early Access

Perbedaan paling mencolok terletak pada tahap pengembangannya. Minecraft telah berkembang selama lebih dari 15 tahun dengan fitur yang matang dan ekosistem luas. Sementara itu, Hytale baru memasuki fase early access dan masih sangat awal.
 
Meski cukup stabil untuk dimainkan, Hytale belum memiliki banyak fitur penting yang lazim ditemui di Minecraft. 
 
Beberapa elemen seperti sistem memancing, penjinakan hewan, pertarungan bos, hingga mini-game masih belum tersedia dan direncanakan hadir di pembaruan mendatang.
 

Arah RPG yang Lebih Kuat

Hytale dirancang sebagai sandbox sekaligus RPG, meskipun saat ini elemen RPG-nya belum sepenuhnya aktif. Mode petualangan dan sistem quest belum tersedia di versi awal, sehingga pengalaman bermain masih berfokus pada eksplorasi bebas.
 
Sebaliknya, Minecraft sejak lama mengandalkan kebebasan pemain untuk menentukan tujuan bermain, dengan struktur gameplay yang relatif stabil dan konsisten dari waktu ke waktu.
 

Sistem Pertarungan Lebih Variatif

Dalam hal combat, Hytale menawarkan pendekatan yang lebih kompleks. Setiap senjata memiliki gerakan khusus, seperti serangan charge, ground-pound, atau serangan beruntun saat menggunakan dua senjata sekaligus.
 
Selain itu, sistem pertarungan Hytale dilengkapi meter khusus yang memungkinkan pemain mengeluarkan serangan pamungkas. Fitur ini membuat pertempuran terasa lebih dinamis dibanding Minecraft, yang mengandalkan mekanisme serangan sederhana.
 

Crafting Lebih Sederhana dan Bertingkat

Hytale tidak menggunakan sistem crafting berbasis grid seperti Minecraft. Pemain cukup memilih item dari menu crafting selama bahan tersedia, baik secara langsung maupun melalui crafting station.
 
Meski lebih sederhana, Hytale menerapkan sistem peningkatan level pada stasiun crafting, seperti armorer atau farming bench. Pendekatan ini membuat progresi crafting terasa lebih terstruktur dan menyerupai game survival RPG lain.
 

Fitur Mantling untuk Mobilitas

Satu fitur unik yang tidak dimiliki Minecraft adalah kemampuan mantling. Di Hytale, karakter dapat melompat, meraih tepi blok, lalu memanjat ke atasnya.
 
Fitur ini memudahkan eksplorasi, terutama saat menghadapi tebing, gua terbuka, atau saat menghindari musuh. Mantling juga mengurangi risiko jatuh ke jurang akibat kesalahan langkah saat menjelajah dunia procedurally generated.
 

Dua Game Serupa, Pengalaman Berbeda

Meski sekilas terlihat mirip, Hytale dan Minecraft menawarkan pendekatan gameplay yang berbeda. Minecraft unggul dari sisi kematangan fitur dan ekosistem komunitas, sementara Hytale mencoba menghadirkan pengalaman sandbox dengan sentuhan RPG dan mekanik modern.
 
Dengan status early access, Hytale masih akan terus berkembang. Bagi pemain yang ingin mencoba pengalaman baru di genre sandbox voxel, Hytale menawarkan fondasi menarik yang berpotensi berkembang signifikan ke depannya.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan