FAMILY

Fakta tentang Kehamilan dan Melahirkan Setelah Usia 35 Tahun

A. Firdaus
Sabtu 17 Januari 2026 / 20:10
Jakarta: Semakin banyak wanita yang memilih untuk memiliki anak setelah usia 35 tahun. Meskipun istilah 'kehamilan geriatri' tidak lagi sering digunakan, stigma tentang menjadi ibu yang lebih tua masih ada.

Untungnya, istilah 'kehamilan geriatrik' telah diganti dengan 'advanced maternal age' (AMA) yang umumnya berarti kehamilan pada wanita berusia 35 tahun atau lebih. Tenaga medis menggunakan 'AMA' untuk membantu mengidentifikasi faktor risiko kehamilan.

Jika ibu berusia di atas 40 tahun, kehamilan dianggap sebagai very advanced maternal age (VAMA), dan di atas 45 tahun dianggap sebagai usia kehamilan extremely advanced maternal age (EAMA).

“Sedikit wanita di usia 30-an dan 40-an menyukai label geriatrik, tetapi jangan kaget jika seseorang masih menemui istilah kehamilan geriatrik,” kata Layan Alrahmani, M.D., seorang dokter kandungan dan kebidanan bersertifikat, spesialis kedokteran maternal-fetal, dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
“Kamu mungkin melihatnya di catatan medis kamu dari waktu ke waktu, karena beberapa nama pada kode penagihan belum diperbarui,” jelas dr. Alrahmani.

Istilah ini berasal dari masa lalu ketika usia 35 tahun dianggap sebagai batas untuk kehamilan yang aman, tetapi sekarang diketahui bahwa banyak wanita di atas usia itu dapat memiliki kehamilan yang sehat dengan pemantauan medis yang tepat.

Perubahan istilah ini bertujuan untuk mengurangi stigma dan fokus pada perawatan yang lebih personal.
 

Berapa banyak ibu yang hamil setelah usia 35?


Menurut National Institutes of Health, sekitar 20% wanita di AS kini melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35 tahun.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa tingkat kelahiran di kalangan ibu berusia 35 hingga 39 tahun telah meningkat sebesar 272% dalam 40 tahun terakhir. Untuk wanita berusia 40 hingga 44 tahun, tingkatnya meningkat 318%.

Data awal untuk tahun 2022 menunjukkan tren ini terus berlanjut. Tingkat kelahiran dan jumlah kelahiran pada wanita berusia 35 hingga 39 tahun meningkat 2% pada tahun 2022. Tingkat kelahiran pada wanita berusia 40 hingga 44 tahun meningkat 4%.

Banyak wanita menemukan manfaat menunda kehamilan, dan teknologi reproduksi membantu wanita hamil pada usia yang lebih tua. Manfaatnya termasuk waktu untuk mengembangkan karier, menemukan pasangan yang tepat atau menjadi lebih stabil secara finansial.

Bagi sebagian wanita, ini soal kesiapan emosional. Apa pun alasannya, semakin banyak wanita yang menunda memiliki bayi.

Tren ini juga dipengaruhi oleh perubahan sosial, seperti pendidikan yang lebih tinggi dan akses ke kontrasepsi yang efektif yang memungkinkan wanita untuk merencanakan kehamilan sesuai dengan kehidupan mereka.

Di negara lain, seperti di Eropa dan Asia, pola serupa terlihat, dengan peningkatan kelahiran di usia lanjut berkat dukungan dari teknologi seperti IVF.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH