Alasan Mengapa Anda Merasa Pusing Setelah Makan

Raka Lestari 21 November 2018 18:11 WIB
kesehatan
Alasan Mengapa Anda Merasa Pusing Setelah Makan
Menurut The National Headache Foundation, jenis makanan seperti keju yang disimpan lama, anggur merah, atau makanan yang diawetkan juga mengandung tyramine yang dapat memicu migrain. (Foto: Hector Gomez/Unsplash.com)
Jakarta: Beberapa orang pasti pernah menglami rasa pusing di kepala setelah makan, terutama ketika setelah makan malam. Dan ternyata ada banyak alasan yang menjadi penyebab Anda mengalami sakit kepala setelah makan.

Dikutip dari Women's Health, berikut ini adalah beberapa alasan yang mungkin jadi penyebab Anda mengalami sakit kepala setelah makan.

1. Anda mengonsumsi terlalu banyak gula
Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gula seperti kue atau permen bisa membuat Anda merasa lesu, kembung, dan sakit kepala.


Makanan manis dapat menyebabkan gula darah Anda melonjak dan cepat turun, ujar Medhat Mikhael, M.D., direktur medis dari program non-operasi di Spine Health Center di MemorialCare Orange Coast Medical Center.

Mengonsumsi terlalu banyak gula bisa menyebabkan hipoglikemia reaktif atau gula darah menjadi rendah setelah makan yang bisa membuat Anda pusing.

"Selain itu, Anda mungkin juga merasa lemah, berkeringat, atau bahkan sedikit gemetar," menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

(Baca juga: Tanda Sakit Kepala Karena Migrain)


(Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gula seperti kue atau permen bisa membuat Anda merasa lesu, kembung, dan sakit kepala. Foto: Rawpixel/Unsplash.com)

2. Terlalu banyak konsumsi garam
Makan makanan yang mengandung terlalu banyak garam seperti makanan olahan, saus tomat, dan keju olahan dapat membuat kepala Anda terasa pusing.

Sebagai referensi, American Heart Association merekomendasikan mengonsumsi tidak lebih dari 15 gr garam per hari untuk kesehatan yang optimal.

Kelebihan natrium meningkatkan volume darah Anda, menyebabkannya mengambil lebih banyak ruang di pembuluh darah Anda. "Pembuluh darah melebar untuk mengakomodasi sesuatu yang berlebih yang dapat memicu sakit kepala," jelas Mikhael.

3. Mengonsumsi makanan pemicu mgirain
Menurut The National Headache Foundation, jenis makanan seperti keju yang disimpan lama, anggur merah, atau makanan yang diawetkan juga mengandung tyramine, asam amino yang dikenal karena dapat memicu migrain pada orang-orang yang rentan terhadap mereka.

"Makanan yang penuh dengan pengawet kimia seperti nitrat, sulfit, atau MSG juga dapat memicu migrain dengan meningkatkan aliran darah ke otak," tulis The National Headache Foundation lagi.

4. Melukai rahang Anda
Jika jenis-jenis makanan yang renyah atau kenyal cenderung dapat membuat kepala Anda berdenyut, Anda mungkin mengalami gangguan nyeri myofascial atau Myofascial Pain Disorder (GKG), atau rasa sakit pada otot yang menggerakkan rahang Anda.

"Sama seperti Anda dapat mengalami sakit otot setelah melakukan olahraga berat, jenis nyeri yang sama dapat terjadi jika Anda menggerakkan otot rahang melalui 'latihan' dengan mengunyah dan mengatupkan rahang keras," jelas Daria Hamrah, DMD, dari Nova Surgicare Center.





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id