Tanda Sakit Kepala Karena Migrain

Torie Natalova 22 Juni 2018 14:32 WIB
kesehatanmigrain
Tanda Sakit Kepala Karena Migrain
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ketika seseorang menduga sakit kepala akibat sinus, sebenarnya itu adalah sakit kepala akibat migrain. (Foto: Aziz Acharki/Unsplash.com)
Jakarta: Banyak orang tidak menyadari sakit kepala yang mereka rasakan sebenarnya adalah migrain. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa ketika seseorang menduga sakit kepala akibat sinus, sebenarnya itu adalah sakit kepala akibat migrain.

Memahami gejala migrain sangat penting. Jika Anda tahu mengalami migrain, maka Anda dapat mulai mengidentifikasi pemicu migrain untuk menghindari dan mengetahui kapan mulai mengobatinya.

Tanda migrain yang diketahui secara umum adalah sakit kepala yang parah. Tapi, sebenarnya ada yang lebih dari itu. Bahkan, ada empat tahapan berbeda untuk migrain sebelum akhirnya Anda terkena serangannya. 


Anda pun mungkin tidak mengalami setiap fase migrain setiap kali Anda memilikinya, atau bahkan Anda mungkin tidak pernah mengalaminya. Namun, Anda bisa memperhatikan tiga fase berikut ini.

(Baca juga: 7 Cara Alami Atasi Migrain)


(Terkadang, saat migrain menyerang Anda bisa menjadi sensitif terhadap bau, sentuhan, suara yang keras dan juga cahaya. Gejala ini dapat menjadi intens yang bisa membuat migrain menjadi jenis sakit kepala yang sangat mengganggu. Foto: Icon8 team/Unsplash.com)

1. Prodrome
Pada 1-2 hari sebelum serangan, Anda dapat mengalami gejala seperti rasa haus, sering buang air kecil, mengidam makanan, sembelit, leher kaku, perubahan suasana hati, sering menguap. 

2. Serangan
-Sakit kepala berdenyut
Migrain terkadang bisa ringan, tetapi seringkali menyebabkan rasa sakit hebat yang berdenyut. Seringkali rasa sakit ini terjadi pada satu sisi kepala, tapi juga terkadang terjadi di kedua sisi. Jika tidak ditangani, rasa sakit mungkin disertai penglihatan kabur atau pingsan. 

- Mual atau muntah
Jika Anda merasa mual ketika sakit kepala, kemungkinan Anda mengalami migrain.

- Hipersensitif terhadap cahaya dan suara
Terkadang, saat migrain menyerang Anda bisa menjadi sensitif terhadap bau, sentuhan, suara yang keras dan juga cahaya. Gejala ini dapat menjadi intens yang bisa membuat migrain menjadi jenis sakit kepala yang sangat mengganggu. 

3. Post-drome
Setelah sakit kepala, Anda mungkin mendapatkan sesuatu yang mirip seperti merasa lemas, pusing, lemah atau bingung. Perlu diketahui bahwa Anda harus periksa ke dokter jika obat-obatan sakit kepala yang dijual bebas atau perubahan gaya hidup tidak mampu mengatasinya. Jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas lebih dari 10-15 kali sebulan, bicarakan segera dengan dokter tentang sakit kepala Anda.






(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id