FITNESS & HEALTH

Benjolan di Payudara Jangan Dianggap Sepele, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

A. Firdaus
Kamis 05 Maret 2026 / 18:33
Ringkasnya gini..
  • Tumor payudara sering diawali dengan perubahan kecil.
  • Banyak pasien datang terlambat karena benjolan tidak terasa sakit.
  • Prevalensi lima tahun mencapai sekitar 209.748 orang.
Serpong: Dalam beberapa tahun terakhir, kanker payudara masih menjadi jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di Indonesia. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) mencatat, pada 2022 terdapat sekitar 66.271 kasus baru kanker payudara di Indonesia dengan 22.598 kematian.

Sementara itu, prevalensi lima tahun mencapai sekitar 209.748 orang, yang berarti jumlah pasien yang masih hidup dalam lima tahun setelah diagnosis. Angka ini menunjukkan bahwa keluhan seperti benjolan di payudara tidak boleh dianggap sepele.

Meski begitu, penting dipahami bahwa tidak semua benjolan di payudara berarti kanker. Namun, pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk memastikan kondisi tersebut.
   

Gejala tumor payudara yang perlu diwaspadai


Tumor payudara sering diawali dengan perubahan kecil yang terkadang tidak disadari. Karena itu, penting bagi perempuan untuk mengenali tanda-tanda awalnya.

Beberapa gejala yang perlu diperhatikan antara lain:

- Muncul benjolan baru di payudara atau ketiak yang terasa keras, tidak beraturan, dan tidak hilang setelah menstruasi.

- Perubahan bentuk atau ukuran payudara, misalnya salah satu payudara terlihat berbeda atau terasa lebih berat.

- Perubahan pada kulit payudara, seperti menebal, berkerut seperti kulit jeruk, atau kemerahan yang tidak kunjung membaik.

- Puting tertarik ke dalam atau mengalami perubahan bentuk.

- Keluar cairan dari puting, terutama jika berdarah dan tidak sedang menyusui.

- Luka pada payudara yang tidak sembuh-sembuh.

Menurut dr. Ivan Rinaldy, Sp.B, Subsp.Onk (K), Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi di Bethsaida Hospital Gading Serpong, banyak pasien datang terlambat karena benjolan tidak terasa sakit.

“Banyak pasien datang karena menemukan benjolan yang sebenarnya sudah ada cukup lama, tetapi tidak terasa sakit sehingga dianggap tidak berbahaya. Padahal tumor payudara, terutama yang ganas, tidak selalu menimbulkan nyeri pada tahap awal,” jelasnya.
 

Pentingnya deteksi dini


Deteksi dini menjadi langkah penting untuk menemukan kelainan pada payudara lebih cepat. Ada beberapa metode pemeriksaan yang dapat dilakukan.
 

1. SADARI (Periksa Payudara Sendiri)


SADARI sebaiknya dilakukan sebulan sekali, idealnya pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah menstruasi ketika payudara tidak terlalu sensitif.

Jika sudah menopause, pemeriksaan bisa dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan. Hal yang perlu diperhatikan saat SADARI antara lain adanya benjolan baru, penebalan, perubahan kulit, perubahan puting, atau cairan dari puting.
 

2. SADANIS (Pemeriksaan oleh dokter)


Dalam pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa kondisi payudara serta kelenjar di area ketiak dan sekitar tulang selangka untuk memastikan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.
 

3. Pemeriksaan penunjang


Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

- USG payudara, yang sering digunakan pada payudara dengan jaringan lebih padat atau untuk membedakan massa padat dan kista.

- Mammografi, untuk mendeteksi kelainan yang belum bisa diraba, seperti mikrokalsifikasi.

- MRI payudara, biasanya dilakukan pada kondisi tertentu yang membutuhkan evaluasi lebih detail.

“Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin seperti SADARI dan SADANIS sangat penting untuk menemukan masalah lebih awal. Dengan teknologi yang semakin maju, kelainan bisa dideteksi lebih cepat sehingga peluang pengobatan efektif semakin besar,” tambah dr. Ivan.
 

Penanganan tumor payudara


Penanganan tumor payudara bergantung pada jenis tumor dan stadium penyakit. Jika tumor tergolong jinak, biasanya dokter hanya melakukan pemantauan berkala.
 

Penanganan tumor jinak


Beberapa tumor jinak seperti fibroadenoma atau kista umumnya tidak memerlukan tindakan agresif. Dokter biasanya menyarankan:

- Observasi dan pemantauan berkala untuk melihat perubahan ukuran atau bentuk.

- Operasi kecil (eksisi) jika benjolan membesar atau menimbulkan keluhan.
 

Penanganan kanker payudara


Jika tumor bersifat ganas, penanganan dilakukan dengan pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai dokter spesialis. Beberapa metode yang umum dilakukan antara lain:
 

1. Operasi


Lumpektomi, yaitu pengangkatan tumor dengan mempertahankan sebagian besar payudara. Mastektomi, pengangkatan seluruh payudara jika tumor sudah cukup besar atau menyebar.
 

2. Kemoterapi


Digunakan untuk membunuh sel kanker yang mungkin telah menyebar. Terapi ini bisa diberikan sebelum atau setelah operasi.
 

3. Radioterapi


Terapi menggunakan sinar untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.
 

4. Terapi hormon dan imunoterapi


Digunakan pada jenis kanker tertentu untuk menghambat pertumbuhan sel kanker atau meningkatkan respons sistem imun.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan bahwa menemukan benjolan di payudara sering kali menimbulkan kecemasan.

Karena itu, pihaknya menghadirkan layanan Breast Clinic di Women’s Health Center yang menyediakan pemeriksaan hingga penanganan secara terintegrasi.

“Kami ingin memberikan rasa aman dan pendampingan bagi pasien dalam setiap tahap pemeriksaan hingga pengobatan,” ujar dr, Margareth.

Melalui kolaborasi tim medis multidisiplin serta dukungan teknologi medis yang memadai, diharapkan setiap pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat sehingga peluang kesembuhan dan kualitas hidup menjadi lebih baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH