FITNESS & HEALTH
Pusar Bayi Menonjol? Jangan Panik Dulu, Ternyata Ini Penyebabnya
A. Firdaus
Jumat 05 Juni 2026 / 10:53
- Usai dipotong, akan tersisa bagian kecil tali pusat di area perut bayi.
- Salah satu penyebab pusar bayi terlihat menonjol adalah hernia umbilikal.
- Sebagian besar hernia umbilikal dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak.
Jakarta: Setelah bayi lahir, tali pusat yang sebelumnya menghubungkan bayi dengan plasenta, akan dijepit dan dipotong. Selama di dalam kandungan, tali pusat punya peran penting, karena menjadi jalur utama oksigen dan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan bayi.
Usai dipotong, akan tersisa bagian kecil tali pusat di area perut bayi. Bagian ini biasanya akan mengering secara perlahan, lalu lepas sendiri dalam waktu sekitar 3 minggu. Setelah itu, pusar bayi mulai terbentuk.
Banyak orang tua penasaran kenapa bentuk pusar setiap bayi bisa berbeda. Ada yang cekung, ada juga yang terlihat menonjol keluar. Sebenarnya, bentuk pusar tidak dipengaruhi oleh cara memotong tali pusat, ataupun tindakan tertentu setelah bayi lahir. Bentuk pusar lebih dipengaruhi proses alami tubuh dan memang bisa berbeda pada setiap anak.
Masih banyak juga mitos yang beredar, soal cara mengubah pusar bayi yang menonjol menjadi cekung, misalnya dengan menempelkan koin di area pusar. Padahal cara tersebut tidak terbukti secara medis dan tidak akan mengubah bentuk pusar bayi. Pusar menonjol maupun cekung sama-sama termasuk kondisi normal.
Namun dalam beberapa kasus, pusar bayi yang tampak menonjol, bisa berkaitan dengan kondisi tertentu seperti hernia umbilikal atau granuloma umbilikal.
Salah satu penyebab pusar bayi terlihat menonjol adalah hernia umbilikal. Dilansir dari BabyCenter, kondisi ini terjadi, karena adanya celah kecil pada area tempat tali pusat masuk ke perut bayi.
Normalnya, setelah tali pusat lepas dan proses penyembuhan selesai, lubang tersebut akan menutup dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian bayi, lubang ini belum tertutup sempurna sehingga muncul tonjolan di area pusar.
Tonjolan biasanya terlihat lebih jelas ketika tekanan di perut meningkat, misalnya saat bayi menangis, batuk, atau mengejan ketika buang air besar.
Meski terlihat membuat khawatir, hernia umbilikal umumnya tidak berbahaya. Selama tonjolan terasa lunak, bisa ditekan perlahan, tidak bengkak, tidak berubah warna, dan tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi ini biasanya aman.
Sebagian besar hernia umbilikal dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. Kondisi ini umumnya mulai membaik pada usia 12 hingga 18 bulan, bahkan sekitar 90 persen kasus bisa sembuh sendiri sebelum anak berusia 4 tahun. Oleh karena itu, operasi jarang dibutuhkan.
Meski kebanyakan aman, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi pusar bayi. Jika muncul pembengkakan, rasa nyeri, perubahan warna, atau bayi tampak tidak nyaman, sebaiknya segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.
Dalam kasus yang sangat jarang, sebagian usus bayi bisa terjebak di lubang hernia, sehingga aliran darah terganggu dan membutuhkan tindakan operasi segera. Kondisi ini biasanya juga bisa disertai gejala lain seperti muntah atau sembelit.
Oleh karena itu, penting untuk tetap memantau perubahan pada pusar bayi, sambil memastikan area tersebut tetap bersih dan kering selama masa penyembuhan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Usai dipotong, akan tersisa bagian kecil tali pusat di area perut bayi. Bagian ini biasanya akan mengering secara perlahan, lalu lepas sendiri dalam waktu sekitar 3 minggu. Setelah itu, pusar bayi mulai terbentuk.
Banyak orang tua penasaran kenapa bentuk pusar setiap bayi bisa berbeda. Ada yang cekung, ada juga yang terlihat menonjol keluar. Sebenarnya, bentuk pusar tidak dipengaruhi oleh cara memotong tali pusat, ataupun tindakan tertentu setelah bayi lahir. Bentuk pusar lebih dipengaruhi proses alami tubuh dan memang bisa berbeda pada setiap anak.
Masih banyak juga mitos yang beredar, soal cara mengubah pusar bayi yang menonjol menjadi cekung, misalnya dengan menempelkan koin di area pusar. Padahal cara tersebut tidak terbukti secara medis dan tidak akan mengubah bentuk pusar bayi. Pusar menonjol maupun cekung sama-sama termasuk kondisi normal.
Namun dalam beberapa kasus, pusar bayi yang tampak menonjol, bisa berkaitan dengan kondisi tertentu seperti hernia umbilikal atau granuloma umbilikal.
Hernia umbilikal pada bayi
Salah satu penyebab pusar bayi terlihat menonjol adalah hernia umbilikal. Dilansir dari BabyCenter, kondisi ini terjadi, karena adanya celah kecil pada area tempat tali pusat masuk ke perut bayi.
Normalnya, setelah tali pusat lepas dan proses penyembuhan selesai, lubang tersebut akan menutup dengan sendirinya. Tetapi pada sebagian bayi, lubang ini belum tertutup sempurna sehingga muncul tonjolan di area pusar.
Tonjolan biasanya terlihat lebih jelas ketika tekanan di perut meningkat, misalnya saat bayi menangis, batuk, atau mengejan ketika buang air besar.
Meski terlihat membuat khawatir, hernia umbilikal umumnya tidak berbahaya. Selama tonjolan terasa lunak, bisa ditekan perlahan, tidak bengkak, tidak berubah warna, dan tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi ini biasanya aman.
Sebagian besar hernia umbilikal dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak. Kondisi ini umumnya mulai membaik pada usia 12 hingga 18 bulan, bahkan sekitar 90 persen kasus bisa sembuh sendiri sebelum anak berusia 4 tahun. Oleh karena itu, operasi jarang dibutuhkan.
Kapan harus segera ke dokter?
Meski kebanyakan aman, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi pusar bayi. Jika muncul pembengkakan, rasa nyeri, perubahan warna, atau bayi tampak tidak nyaman, sebaiknya segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter.
Dalam kasus yang sangat jarang, sebagian usus bayi bisa terjebak di lubang hernia, sehingga aliran darah terganggu dan membutuhkan tindakan operasi segera. Kondisi ini biasanya juga bisa disertai gejala lain seperti muntah atau sembelit.
Oleh karena itu, penting untuk tetap memantau perubahan pada pusar bayi, sambil memastikan area tersebut tetap bersih dan kering selama masa penyembuhan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)