Pelaku bullying didasari oleh berbagai faktor. Berikut ini informasi selanjutnya. (Foto: Pexels.com)
Pelaku bullying didasari oleh berbagai faktor. Berikut ini informasi selanjutnya. (Foto: Pexels.com)

Berbagai Faktor Seseorang Jadi Pelaku Perundungan

Rona bullying psikologi
Kumara Anggita • 22 Januari 2020 18:28
Jakarta: Hampir semua orang pernah kena bully semasa hidupnya entah dari teman, senior, keluarga, pacar, guru, bos dan lain-lain.
 
Bentuk bully atau perundungan antara lain penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian, penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.
 
Dampak dari perundungan berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sedih, ada yang hilang kepercayaan dirinya, dan bahkan ada yang mau balas dendam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib menjelaskan hal ini buat mereka jadi sulit untuk berkomunikasi, lebih sulit berinteraksi dengan orang lain.
 
"Mereka jadi lebih mudah untuk mengisolasi diri, tidak mampu membagikan perasaan mereka,” ujarnya.
 
Paling buruknya, bila tak ditangani dengan tepat korban bully bisa menjadi depresi dan melakukan hal-hal yang membahayakan nyawa.
 
“Kemudian dalam jangka panjang mereka akan sulit membuka atau memberi kepercayaan pada orang lain. Karena ada pengalaman-pengalaman negatif dari orang lain semasa dibully. Mereka jadi gampang curiga,” paparnya.
 
“Bisa juga ke arah narkoba, melakukan hal-hal yang self-harm seperti menggunakan drugs dan perilaku berisiko lainnya karena ini memang cukup stressful. Mereka akan mencari pelarian-pelarian ke arah yang destruktif. Rentan mengalami depresi, anxiety disorder dan lain-lain,” lanjutnya.
 
Perilaku ingin mendapatkan kekutan dari menindas yang lemah didasari oleh berbagai faktor antara lain:
 
Berbagai Faktor Seseorang Jadi Pelaku Perundungan
(Dampak dari perundungan berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sedih, ada yang hilang kepercayaan dirinya, dan bahkan ada yang mau balas dendam. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

1. Keluarga yang tidak nyaman

Rumah seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan namun karena itu tak bisa terpenuhi, orang akan mencari kenyamanan dan kesenangan itu dari luar. Sayangnya ada orang yang mengarahkannya ke jalan yang salah.
 
“Yang mendasari ini (bully) bisa dari keluarga. Keluarga yang kurang kondusif banyak cekcok banyak kekerasan, dididik dengan kekerasan. Itu mendorong mereka mencari sesuatu yang ‘lebih menyenangkan’ dari luar. Kalau di rumah tidak diakui, dengan membully kan dapet power,” jelasnya.

2. Balas dendam

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah dibully bisa melakukan tindakan ini kembali pada orang lain saat dia memiliki kekuatan. Yulius menyebutkan bully bisa mucul karena ingin balas dendam.
 
“Menurut penelitian, mereka adalah orang-orang yang kena perundungan sebelumnya. Jadi, misalnya kelas satu dia kena bully kelas dia yang membully. Ini jadi bentuk balas dendam. Mereka sakit hati diperlakukan seperti itu. Mereka melakukannya untuk menghindari rasa sakit hati itu terulang kembali,” ungkapnya.

3. Pengaruh lingkungan

Lingkungan memengaruhi banyak tindakan seseorang. Bila seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang suka membully maka dia berkecenderungan untuk melakukannya juga. “Dari pengaruh teman-teman juga ada. Ini mendorong mereka untuk berlaku seperti itu,” jelasnya.

4. Penyakit bawaan

Ada pula orang-orang yang bawaannya jadi susah berempati karena penyakit tertentu. Ini buat seseorang jadi santai saja membully yang lebih lemah darinya.
 
“Dan ada beberapa faktor patologi yang memengaruhi perilaku ini. Misalnya ada gangguan seperti conduct disorder atau oppositional defiant disorder. Ini buat anak-anak tidak punya rasa empati, rasa taat pada aturan, sering melawan. Ini buat mereka jadi membully di usia-usia selanjutnya,” jelasnya.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif