Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran, Andhika Bramantyo, mengatakan aturan mengenai kerapian tetap diberlakukan sejak hari pertama sekolah. Namun, penerapannya dilakukan secara edukatif tanpa unsur perpeloncoan.
"Pas banget tadi di hall basket ada barber. Jadi dirapiin langsung untuk laki-laki yang rambutnya masih panjang," kata Andhika di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin 13 Juli 2026.
| Baca juga: Curhat Siswa Baru SMA Labschool di MPLS: Ajang Cari Teman Baru |
Menurut dia, layanan tersebut menjadi solusi bagi siswa yang belum sempat merapikan rambut sebelum masuk sekolah. "Konsekuensinya juga masih enak karena sama barber, enggak dicukur pitak. Mungkin di sekolah lain seperti itu, tapi di Labschool kami mendorong enggak ada perpeloncoan," ujarnya.
Wakil Ketua OSIS Tibiadzka Keiko menjelaskan aturan atribut dan penampilan telah disosialisasikan kepada seluruh peserta didik baru sejak awal MPLS. Mulai dari ketentuan seragam, rambut, hingga tata tertib sekolah dijelaskan secara rinci agar siswa memahami standar yang berlaku selama bersekolah.
"Kalau atribut nanti dijelaskan setiap hari harus pakai apa. Rambut juga enggak boleh lewat alis, cowok itu 1 cm, kalau perempuan sebagian besar harus diikat. Tapi itu memang untuk kerapian," kata Tibi.
Menurutnya, siswa juga memperoleh materi khusus dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengenai aturan sekolah. Termasuk sanksi apabila melanggar tata tertib.
Tibi menegaskan penegakan disiplin tetap penting karena peserta didik akan menjalani pendidikan selama tiga tahun di sekolah tersebut. Pendekatan tersebut dinilai menjadi bagian dari implementasi MPLS Ramah yang tetap menanamkan disiplin tanpa menghilangkan rasa nyaman peserta didik baru.
"Ini ngajarin kedisiplinan. Mereka nanti sekolah di sini tiga tahun sehingga harus mengikuti tata tertib yang berlaku," katanya.
| Baca juga: MPLS Anti Bullying di SMPN 3 Kota Bekasi, Gandeng KPAI dan Kakak Kelas Jadi Agen Perubahan |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda