Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran Andhika. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran Andhika. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Razia Rambut di MPLS SMA Labschool Malah Disediain Barber, Bye 'Cukur Pitak'

Ilham Pratama Putra • 13 Juli 2026 14:33
Ringkasnya gini..
  • Labschool menghadirkan barber bagi siswa yang rambutnya belum sesuai aturan.
  • Penegakan disiplin dilakukan tanpa hukuman yang mempermalukan siswa.
  • Aturan atribut dan tata tertib disosialisasikan sejak hari pertama MPLS.
Jakarta: Penegakan disiplin terhadap peserta didik baru tidak selalu dilakukan dengan hukuman yang mempermalukan. SMA Labschool Kebayoran memilih pendekatan berbeda dengan menghadirkan jasa pangkas rambut atau barber bagi siswa laki-laki yang rambutnya belum sesuai aturan sekolah selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
 
Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran, Andhika Bramantyo, mengatakan aturan mengenai kerapian tetap diberlakukan sejak hari pertama sekolah. Namun, penerapannya dilakukan secara edukatif tanpa unsur perpeloncoan.
 
"Pas banget tadi di hall basket ada barber. Jadi dirapiin langsung untuk laki-laki yang rambutnya masih panjang," kata Andhika di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin 13 Juli 2026. 
 
Baca juga: Curhat Siswa Baru SMA Labschool di MPLS: Ajang Cari Teman Baru  

Menurut dia, layanan tersebut menjadi solusi bagi siswa yang belum sempat merapikan rambut sebelum masuk sekolah. "Konsekuensinya juga masih enak karena sama barber, enggak dicukur pitak. Mungkin di sekolah lain seperti itu, tapi di Labschool kami mendorong enggak ada perpeloncoan," ujarnya.

Wakil Ketua OSIS Tibiadzka Keiko menjelaskan aturan atribut dan penampilan telah disosialisasikan kepada seluruh peserta didik baru sejak awal MPLS. Mulai dari ketentuan seragam, rambut, hingga tata tertib sekolah dijelaskan secara rinci agar siswa memahami standar yang berlaku selama bersekolah.
 
"Kalau atribut nanti dijelaskan setiap hari harus pakai apa. Rambut juga enggak boleh lewat alis, cowok itu 1 cm, kalau perempuan sebagian besar harus diikat. Tapi itu memang untuk kerapian," kata Tibi.
 
Menurutnya, siswa juga memperoleh materi khusus dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengenai aturan sekolah. Termasuk sanksi apabila melanggar tata tertib.
 
Tibi menegaskan penegakan disiplin tetap penting karena peserta didik akan menjalani pendidikan selama tiga tahun di sekolah tersebut. Pendekatan tersebut dinilai menjadi bagian dari implementasi MPLS Ramah yang tetap menanamkan disiplin tanpa menghilangkan rasa nyaman peserta didik baru. 
 
"Ini ngajarin kedisiplinan. Mereka nanti sekolah di sini tiga tahun sehingga harus mengikuti tata tertib yang berlaku," katanya.
 
Baca juga: MPLS Anti Bullying di SMPN 3 Kota Bekasi, Gandeng KPAI dan Kakak Kelas Jadi Agen Perubahan  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA