Ketua MPK SMA Labschool Kebayoran, Andhika Bramantyo, mengatakan pendekatan yang digunakan dalam MPLS 2026 lebih mengedepankan pembinaan dan penghormatan terhadap peserta didik baru. Menurut dia, suasana kegiatan kini jauh dari praktik membentak atau tindakan yang berpotensi mengarah pada perpeloncoan.
"Kalau dari aku sih mungkin perbedaannya kalau MPLS kali ini lebih ramah. Kalau tahun-tahun sebelumnya masih ada dibentak-bentak segala macam. Kalau ini memang kita diperlakukan selayaknya siswa. Kita enggak dibentak-bentak dan segala macam. Menurut saya itu sebuah langkah yang bagus," kata Andhika saat ditemui di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin 13 Juli 2026.
| Baca juga:
|
Ia menilai perubahan tersebut sejalan dengan upaya sekolah membangun lingkungan belajar yang aman dan inklusif. "Soalnya kan kita juga lagi mengejar sekolah aman yang di mana lingkungan inklusif dan segala macam," ujarnya.
Andhika menjelaskan seluruh panitia telah mendapat arahan dari sekolah agar mengedepankan konsep MPLS Aman. Salah satu prinsip yang ditekankan ialah memastikan tidak ada tindakan perpeloncoan maupun perlakuan diskriminatif terhadap peserta didik baru.
"Kami lebih ditekankan tentang MPLS Aman. Sekolah enggak mau ada perpeloncoan dari kakak kelas. Sekolah juga mendorong lingkungan inklusif di mana semuanya mendapat perlakuan yang sama, enggak ada perlakuan khusus," ujarnya.
Wakil Ketua OSIS SMA Labschool Kebayoran, Tibiadzka Keiko, menambahkan rangkaian kegiatan tahun ini juga dikemas lebih menarik. Selain materi dari sekolah, peserta didik baru mendapat kesempatan mendengarkan motivasi dari tokoh nasional.
"Kalau aku ngerasa tahun ini lebih rapi sama lebih menarik. Tahun lalu materinya itu-itu saja, tapi sekarang ada Pak Moeldoko yang datang. Menurut aku bagus banget karena kita dapat insight dari orang-orang lain," katanya.
Persiapan MPLS di Labschool Kebayoran sendiri telah dimulai sekitar satu bulan sebelum kegiatan berlangsung. Guru membentuk kepanitiaan yang terdiri atas OSIS, MPK, dan calon pengurus OSIS (Capsis) dengan pembagian tugas masing-masing.
Andhika bertugas pada bidang evaluasi yang menyusun instrumen penilaian kegiatan. Sementara Tibi menjadi bagian dari seksi acara yang mengoordinasikan pelaksanaan MPLS bersama Capsis.
"Jadi sinergi antara guru dan organisasi siswa menjadi salah satu faktor yang membuat pelaksanaan MPLS berjalan tertib sekaligus tetap ramah bagi peserta didik baru," tutup Andhika.
| Baca juga: Play-Based Learning, Ini Alasan Kenapa MPLS PAUD Harus Fokus Bermain Dulu |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda