Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Play-Based Learning, Ini Alasan Kenapa MPLS PAUD Harus Fokus Bermain Dulu

Ilham Pratama Putra • 13 Juli 2026 13:11
Ringkasnya gini..
  • MPLS PAUD harus tetap menerapkan konsep belajar sambil bermain.
  • PAUD tidak boleh berubah menjadi pembelajaran layaknya SD.
  • Kemendikdasmen menekankan MPLS disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Jakarta: Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq mengingatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus tetap berpegang pada prinsip belajar sambil bermain atau play-based learning. Menurut Fajar, MPLS di PAUD menekankan aktivitas bermain sebagai bagian utama proses belajar.
 
"Kalau PAUD itu prinsip filosofinya belajar sambil bermain. Jadi play-based learning," kata Fajar saat meninjau pelaksanaan MPLS 2026 di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, Senin 13 Juli 2026.
 
Ia mengatakan pelaksanaan MPLS di PAUD diserahkan kepada pengelola masing-masing satuan pendidikan. Namun, kegiatan yang dilaksanakan tetap harus menyesuaikan karakteristik perkembangan anak usia dini.

"Yang terpenting, jangan sampai nanti pembelajarannya terlalu menonjol," ujar dia.
 
Baca juga: Jadwal Lengkap MPLS Ramah TK 2026, Ini Kegiatan Selama 5 Hari untuk Si Kecil  

Fajar menekankan PAUD harus tetap menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal lingkungan sekolah. Anak-anak diajak untuk melalui aktivitas bermain, berinteraksi, dan beradaptasi secara bertahap.
 
"Bagaimana tetap PAUD itu ada taman bermain anak-anak, ada aspek pembelajaran sebagai bagian dari aspek sekundernya," katanya.
 
Ia mengingatkan agar satuan PAUD tidak mengadopsi pola pembelajaran yang terlalu akademis. Atau tidak menerapkan model MPLS di sekolah dasar maupun menengah.
 
"Jangan sampai nanti malah PAUD terlalu dalam seperti memerankan fungsi sekolah dasar atau menengah," tegasnya.
 
Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat MPLS Ramah yang dikembangkan Kemendikdasmen. Melalui pendekatan tersebut, proses pengenalan lingkungan sekolah diharapkan berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik di setiap jenjang pendidikan.
 
Dalam kesempatan yang sama, Fajar juga menegaskan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak. Ia mendorong seluruh satuan pendidikan menciptakan ekosistem pembelajaran yang ramah, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik.
 
"Pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan MPLS melalui sosialisasi, penerbitan regulasi, dan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah agar kegiatan berlangsung tanpa praktik perundungan maupun perpeloncoan," tutup dia. 
 
Baca juga: Rangkaian Kegiatan MPLS Ramah 2026 di SMP, Ini Jadwal Lengkap 5 Harinya  

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA