Memperkaya menu harian menjadi tindakan preventif untuk mencegah obesitas pada anak (Foto: Pexels)
Memperkaya menu harian menjadi tindakan preventif untuk mencegah obesitas pada anak (Foto: Pexels)

Ini Penyebab Obesitas pada Anak

Rona obesitas pada anak
Raka Lestari • 17 Juli 2019 10:07
Menggunakan gadget sambil makan, tanpa disadari bisa menyebabkan anak obesitas. Untuk itu sebagai orang tua, perlu diwaspadai asupan makan sang buah hati. Salah satunya melakukan preventif.
 
Jakarta: Belakangan ini, banyaknya kasus obesitas pada anak cukup memprihatinkan. Padahal penyebabnya sama dengan orang dewasa, yaitu tidak seimbangnya intake dan output kalori pada tubuh.
 
Saat ini, mendapatkan makanan sangatlah mudah. Apalagi dengan adanya teknologi sehingga Anda bisa mendapatkan makanan tanpa harus bersusah payah. Selain itu gaya hidup sedentary atau kurang bergerak memperburuk kondisi seseorang yang mengalami obesitas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Anak sekarang habis pulang sekolah biasanya langsung les atau bermain gadget. Anak sekarang biasanya untuk pergi ke tempat yang dekat saja terkadang menggunakan mobil. Aktivitas fisik juga berkurang sehingga ketidakseimbangan ini yang menyebabkan obesitas,” ujar dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp. GK, dalam acara Eat Like A Pro by Beko.
 
Lebih lanjut, dr. Diana juga mengatakan bahwa saat ini banyak sekali ditemukan anak usia sekolah yang memiliki berat badan berlebih. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi jumlah anak penderita obesitas di dunia akan mencapai 70 juta jiwa pada 2025 mendatang.
 
“Memang angka obesitas makin tinggi. Anak itu lahir sama, biasanya berarnya 2,5 - 3,5kg. Tapi seiring perkembangan dan gaya hidupnya kemungkinan bisa menyebabkan obesitas,” ujar dr. Diana, merunut data Riskesdas pada tahun 2013 anak usia 5 - 12 tahun yang mengalami obesitas sebanyak 18,8 persen.
 
“Saya juga sering melihat anak saat makan sambil main gadget. Kebiasaan itu dapat meningkatkan risiko obesitas. Biasanya juga anak-anak menyukai makanan manis dan fast food,” tambah dr. Diana.
 
Untuk melindungi anak dari risiko obesitas, dr. Diana menyarankan agar orang tua dapat melakukan langkah preventif. Yaitu dengan memperkaya menu harian dan mempertimbangkan untuk melakukan batasan asupan gula, garam dan lemak, serta melakukan aktivitas fisik bersama secara rutin. Meskipun harus melakukan pembatasan terhadap asupan gula, garam dan lemak bukan berarti anak tidak diberikan sama sekali.
 
“Anak masih butuh garam gula lemak tetapi ada takarannya. Caranya adalah dengan tidak menambahkan gula tambahan. Sedangkan garam, anak memang masih membutuhkan garam tetapi bukan berasal dari garam tambahan seperti yang ada di makanan kemasan. Untuk lemak juga bisa memilih sumber lemak sehat seperti dari kacang-kacangan atau ikan,” tutup dr. Diana.
 
Nutrisi Seimbang pada Bekal Anak

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif