Untuk menghindari bullying, sebaiknya anak dibekali kompetensi sosial yang membantunya untuk bergaul.  (Ilustrasi/Pexels)
Untuk menghindari bullying, sebaiknya anak dibekali kompetensi sosial yang membantunya untuk bergaul. (Ilustrasi/Pexels)

Dampak Bullying Secara Psikologis

Rona bullying
Kumara Anggita • 21 Januari 2020 07:03
Jakarta: Seorang siswi SMP di Jakarta Timur Tewas Lompat dari Lantai 3 sekolah. Diduga dia terdorong melakukan perbuatan ini karena di-bully.
 
Mengingat dampak dari bullying bisa sampai sejauh ini. Pastikan anak Anda tidak menjadi pelakunya dan bila anak Anda menjadi korban, Anda tahu cara mengatasinya.
 
Psikolog Anak dan Remaja, Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung menjelaskan, bullying muncul ketika seseorang melihat ada yang lebih lemah darinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Bullying terjadi saat ada seseorang yang dianggap lemah oleh sebagian yang lain yang merasa berkuasa. Ini terjadi pada semua usia,” ujarnya pada Medcom, Senin, 20 Januari 2020.
 
Pelaku biasanya adalah mereka yang memiliki karakter dominan. Namun sayangnya tidak diarahkan dengan tepat.
 
“Mereka yang suka mem-bully pada umumnya mereka yang karakternya dominan dan ‘power motifnya’ besar. Namun, karena hal ini tidak diarahkan pada hal yang tepat maka biasanya mereka karakter dan motif tersebut diwujudkan dalam perilaku mengintimidasi,”paparnya.
 
Anak yang terkena bullying kepercayaan dirinya jadi menurun. Hal ini bisa menghambat mereka untuk berkembang.
 
“Biasanya mereka rentan memiliki “self esteem” yang rendah. Jika ini terjadi sejak dini, maka seseorang akan sulit untuk mengembangkan potensi-potensi yang mereka miliki karena mereka tidak yakin dengan kemampuan yang mereka miliki,” ungkapnya.
 
Untuk menghindari hal ini terjadi. Ada baiknya anak dibekali kompetensi sosial yang membantunya untuk bergaul. Hal ini akan memudahkannya untuk diterima di lingkungan. 
 
“Oleh karena itu, sejak usia dini latihlah anak untuk berinteraksi dengan berbagai orang agar social competence-nya terasah dengan baik. Mengapa social competence ini penting? Karena seseorang atau anak yang memiliki social competence mereka akan trampil untuk bergaul dan perilaku yang mereka tampilkan tidak memicu pihak lain untuk mem-bullying mereka,” paparnya. 
 
Bila anak Anda sudah terlanjur menjadi korban bullying. Anda sebagai orang tua harus mendukung anak melewatinya dengan membawanya ke terapis.
 
“Bagi mereka yang menjadi korban bully, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membawa anak tersebut ke ahli yang mampu memberikan terapi. Sambil anak menerima terapi dari ahlinya, ciptakan lingkungan yang memberikan rasa aman pada anak agar ia bisa membangun mentalnya kembali,” tutupnya.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif