NEWSTICKER
Berikut beberapa cara untuk bicara mengenai virus korona covid-19 pada si kecil. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Berikut beberapa cara untuk bicara mengenai virus korona covid-19 pada si kecil. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tips Bicara dengan Anak Soal Virus Korona

Rona Virus Korona keluarga virus corona covid-19
Kumara Anggita • 18 Maret 2020 13:51
Jakarta: Virus korona menjadi topik pembicaraan semua orang termasuk anak-anak Anda. Sayangnya banyak informasi yang mereka terima bisa tidak akurat dan bisa menyesatkan.
 
Karena itu, di sini peran orang tua cukup besar dalam membimbing mereka. Lakukanlah pembicaran terkait korona dengan cara mudah, informatif, dan tidak menyebabkan mereka khawatir. Berikut beberapa cara untuk memulainya yang dilansir dari Parents.

1. Selalu beri tahu mereka

Walaupun mereka masih kecil dan dianggap tidak mudah memahami banyak informasi, Anda tetap harus memberikan gambaran yang jelas dan lengkap tentang penyakit ini supaya mereka tidak merasa cemas.
 
Anda dapat menjelaskan virus korona covid-19 dan asal-usulnya, lalu biarkan anak-anak mengajukan pertanyaan. Selain itu, biasakan agar anak mendapatkan informasi yang benar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Setiap orang harus berhati-hati dengan ‘pancingan’ media sensasional yang digunakan untuk menarik mata, telinga, dan klik pada berita tentang coronavirus," saran Charles Bailey, direktur medis MD untuk pencegahan infeksi di Rumah Sakit St. Joseph di Orange County, California.
 
"Anak-anak, khususnya, mungkin tidak boleh mengonsumsi informasi seperti itu tanpa kehadiran orang dewasa untuk memberikan konteks yang sesuai usia dan menyaring konten yang lebih memicu kecemasan,” lanjutnya.

2. Jangan tunjukan Anda cemas

Dokter anak Dyan Hes, M.D., pendiri Gramercy Pediatrics menyebutkan bahwa anak-anak sensitif terhadap kecemasan orang tua. Oleh karena itu, meskipun Anda mungkin khawatir tentang kejadian yang belum terjawab mengenai coronavirus, cobalah untuk tetap bersikap optimis di depan anak Anda. 
 
Misalnya, Anda dapat mengatakan, “Orang yang lebih muda seperti kamu punya daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit ini.”

3. Gunakan bahasa yang sesuai dengan usia

Anak-anak kecil tidak mengerti kata-kata karantina, lockdown, self distancing, dan transmisi, tetapi Anda masih dapat membagikan informasi tentang virus ini dengan istilah yang dekat dengan kehidupannya.
 
"Gunakan istilah-istilah yang hidup seperti kuman dan serangga dan gabungkan gambar-gambar animasi atau gunakan boneka. Juga gunakan bahasa yang sangat konkret tentang bagaimana booger (cairan atau kotoran hidung) atau liur dapat menyebabkan kuman menular ke satu orang atau berikutnya," saran Rosemary Olivero, MD, kepala divisi untuk penyakit menular anak di Helen Rumah Sakit Anak DeVos.
 
"Anak-anak juga ingat penyakit mereka sendiri, jadi merujuk contoh-contoh penting itu bisa sangat membantu,” lanjutnya.

4. Jangan melakukan persiapan besar-besaran

Virus korona membuat masyarakat menimbun persediaan di rumah. Hal ini menurut Dr Hes, ini bisa membuat anak Anda panik. Cobalah untuk sebisa mungkin tidak melakukannya. 
 
Jika Anda melakukannya pun setidaknya ketika anak Anda bertanya mengapa Anda membeli sebanyak itu, Anda bisa bisa menjawabnya untuk persiapan seluruh keluarga yang ada di rumah ketika sekolah dan kantor tutup.

5. Bicaralah tentang tanggapan pemerintah terhadap virus korona

Pemerintah melakukan segala upaya untuk mereduksi penyebaran virus. Beri tahu anak Anda tentang segala hal yang dilakukan untuk memerangi penyakit ini, seperti mengeluarkan peringatan perjalanan untuk negara-negara berisiko tinggi dan menguji vaksinasi seperti yang dikatakan oleh Andrea Barbalich, pakar pengasuhan anak dan Pemimpin Redaksi The Week Junior. Mengetahui bahwa pemerintah memiliki rencana dapat mengurangi kekhawatiran anak.

6. Jangan mengabaikan berita tentang potensi penutupan sekolah

Beberapa sekolah di Indonesia sudah ditutup. Bila anak bertanya mengapa hal ini terjadi, maka jawablah “pejabat hanya berusaha menjaga semua orang sehat — terutama orang yang paling rentan terhadap virus korona, seperti orang dewasa yang lebih tua dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah,” kata Dr Hes.

7. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan benar

Cara terbaik untuk mencegah coronavirus adalah menjaga kebersihan tangan yang benar. “Ajari anak-anak Anda cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air setidaknya selama 15-20 detik, atau berapa lama untuk bernyanyi ABC,” rekomendasikan Robert Frenck, M.D., direktur medis, divisi penyakit menular di Rumah Sakit Anak Cincinnati. 
 
Ini sangat penting  dilakukan sebelum makan atau menyentuh wajah Anda, karena percikan yang mengandung virus korona dapat masuk ke tubuh Anda melalui hidung, mata, dan mulut.
 
Juga ajarkan anak-anak Anda untuk batuk ke lengan mereka, segera buang tisu bekas, dan bersihkan benda-benda umum (seperti keyboard atau handpohone) sebelum digunakan. Cara ini dapat membantu menjaga seluruh keluarga Anda bebas dari virus korona.
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif