Ilustrasi--Pexels
Ilustrasi--Pexels

Alasan Orang Tua Bayi Kelelahan di Siang Hari

Rona bayi
Anda Nurlaila • 09 Juli 2019 11:42
Waktu tidur orangtua yang baru memiliki bayi agak berkurang. Sebab, bayi baru lahir sering kali tertidur pulas di siang hari dan terbangun beberapa kali di malam hari.
 

Jakarta: Kehadiran buah hati merupakan momen membahagiakan bagi semua orangtua. Namun si kecil juga mengubah kehidupan orangtua, termasuk mengurangi waktu tidur malam ibu dan ayah.
 
Bayi baru lahir sering kali tertidur pulas di siang hari dan terbangun beberapa kali di malam hari dengan berbagai alasan. Haus, popok basah, sakit perut, rewel atau bahkan mengajak bermain.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Umumnya, bayi mulai bangun di malam hari ketika berusia dua bulan hingga 18 bulan. Dalam semalam si kecil bisa terbangun sambil menangis hingga enam kali. Kurang tidur akan membuat orang tua kelelahan hingga kurang fokus di siang hari.
 
Mengutip Parents, sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Sleep Medicine menemukan bahwa tidur yang terganggu dapat berdampak pada fisik seperti ketika Anda tidak dapat tidur sama sekali. Para peneliti di Fakultas Ilmu Psikologi Universitas Tel Aviv menemukan hubungan antara sering terbangun saat  tidur dan kemampuan kognitif yang terganggu, rentang perhatian yang lebih pendek, dan suasana hati negatif.
 
Efek kurang tidur terjadi bahkan pada relawan yang tidak mendapat tidur yang cukup selama semalam. Para ilmuwan juga menemukan bahwa tidur malam yang gelisah pada sama dengan tertidur selama empat jam.
 
"Bangun malam bisa relatif singkat, hanya lima hingga 10 menit, tetapi mereka mengganggu ritme tidur alami," kata  ketua peneliti Profesor Avi Sadeh.
 
Studi yang dilakukan, menurut Profesor Sadeh hanya menunjukkan dampak kurang tidur selama satu malam. Namun efek ini menumpuk pada orangtua yang baru memiliki bayi. Jika orang tua terbangun tiga hingga 10 kali dalam semalam akan memengaruhi fisik dan emosional mereka.
 
"Selain efek fisik dari gangguan tidur, orang tua sering mengembangkan perasaan marah terhadap bayi mereka dan kemudian merasa bersalah tentang perasaan negatif ini," katanya.
 
Perasaan buruk mengenai emosi orangtua sering kali membuat orang tua semakin lelah daripada kelelahan fisiknya, Sebagian besar orang tua dapat mengembangkan kecemasan dan stres akibat kebiasaan tidur dan bangun anak di malam hari.
 
Untuk mengatasi masalah kurang tidur, Sadeh menyarankan agar ayah dan ibu untuk mencari tahu cara beristirahat yang cukup. Salah satunya mengikuti konseling atau klinik tidur agar orang tua tetap dapat menikmati waktu tidur malam yang sehat sambil mengasuh buah hati.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif