Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menjelaskan skema ini dipilih agar pelatihan lebih mudah dijangkau para guru. Prinsip yang dipakai adalah kampus datang ke daerah sasaran.
“Pelaksanaan program mengusung prinsip perguruan tinggi mendatangi lokus. Jadi bukan peserta yang datang ke kampus, tetapi perguruan tinggi hadir ke wilayah-wilayah sasaran,” kata Nunuk, dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI), di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Pelaksanaan Kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pemerintah Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI). DOK Medcom.id/Talitha Islamey
Sasaran dan Format Pelatihan
Setiap sekolah sasaran mengirim satu guru kelas 3, yang tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan. Untuk menampung mereka, Kemendikdasmen menyiapkan 3.002 kelas pelatihan.Dari 107 perguruan tinggi yang memiliki program studi (prodi) Pendidikan Bahasa Inggris, sebanyak 101 menyatakan bersedia membantu pelaksanaan program. Kampus yang terlibat mencakup PTN maupun PTS.
Pelatihan berlangsung 10 hari efektif dengan total 80 jam pelajaran (JP), terdiri atas 40 JP tatap muka dan 40 JP mandiri. Dalam sesi tatap muka, guru memperdalam materi, menyusun perangkat pembelajaran, serta berlatih mengajar dengan strategi yang sesuai karakteristik murid.
Peran Perguruan Tinggi
Direktorat Jenderal (Ditjen) GTK telah memetakan sekolah sasaran dan membagi wilayah pelaksanaan bagi perguruan tinggi penerima bantuan pemerintah. Kampus bertugas mengelola bantuan, menyiapkan fasilitator, menyelenggarakan kegiatan, dan menyusun laporan pertanggungjawaban anggaran.Kampus juga boleh memanfaatkan fasilitator dan alumni program sebelumnya yang telah disiapkan pemerintah, sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
“Melalui pembagian peran dan koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan program dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan tetap menjaga kualitas pelatihan,” kata Nunuk.
Ia berharap kerja sama ini menjadi kontribusi berkelanjutan kampus, termasuk lewat pendampingan guru sebagai pengabdian kepada masyarakat. (Talitha Islamey)
Baca Juga :