"Ada informasi tambahan bahwa tahun 2026 kami sudah melatih guru kelas untuk mengajar Bahasa Inggris sejumlah 5.777 guru kelas. Awal November akan melatih 59.575 guru kelas SD untuk kecakapan mengajar Bahasa Inggris dengan melibatkan 107 kampus yang memiliki prodi Pendidikan Bahasa Inggris," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam Taklimat Media di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
Mu'ti menjelaskan, pelatihan itu merupakan bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kecakapan guru kelas dalam mengajar Bahasa Inggris sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
Pemanfaatan PID
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin juga memaparkan hasil kajian pemanfaatan perangkat interaktif digital (PID) di sekolah. Hasil kajiannya menunjukkan 85,7 persen sekolah telah menggunakan PID dalam pembelajaran sehari-hari."Di samping itu juga guru dan murid ini melaporkan manfaat berupa meningkatnya misalnya antusiasme, kemudahan memahami materi, keterampilan digital, dan juga inovasi mengajar. Jadi mereka sangat memberikan reaksi yang sangat positif," ujar Toni.
Menurut Toni, penggunaan PID juga dinilai membantu proses pembelajaran murid dengan kemampuan yang beragam, termasuk anak berkebutuhan khusus. Hasil kajian tersebut menunjukkan pemanfaatan perangkat digital ini mendapat respons positif dari guru dan murid.