Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Mulai Kelas 3 SD, Kemendikdasmen Gas Latih 5.777 Guru

Bramcov Stivens Situmeang • 27 Oktober 2026 07:30
Ringkasnya gini..
  • Kemendikdasmen menyiapkan guru kelas untuk kebijakan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD.
  • Sebanyak 5.777 guru kelas telah dilatih mengajar Bahasa Inggris sepanjang 2026.
  • Pelatihan lanjutan pada awal November menyasar 59.575 guru kelas SD dengan melibatkan 107 kampus.
Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 sekolah dasar (SD). Sepanjang 2026, sebanyak 5.777 guru kelas telah dilatih, sedangkan pelatihan lanjutan akan menyasar 59.575 guru pada awal November.

"Ada informasi tambahan bahwa tahun 2026 kami sudah melatih guru kelas untuk mengajar Bahasa Inggris sejumlah 5.777 guru kelas. Awal November akan melatih 59.575 guru kelas SD untuk kecakapan mengajar Bahasa Inggris dengan melibatkan 107 kampus yang memiliki prodi Pendidikan Bahasa Inggris," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, dalam Taklimat Media di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti 2
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Foto: Medcom.id/Bramcov Stivens Situmeang

Mu'ti menjelaskan, pelatihan itu merupakan bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kecakapan guru kelas dalam mengajar Bahasa Inggris sebelum kebijakan tersebut diterapkan.

Pemanfaatan PID

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin juga memaparkan hasil kajian pemanfaatan perangkat interaktif digital (PID) di sekolah. Hasil kajiannya menunjukkan 85,7 persen sekolah telah menggunakan PID dalam pembelajaran sehari-hari.
 

"Di samping itu juga guru dan murid ini melaporkan manfaat berupa meningkatnya misalnya antusiasme, kemudahan memahami materi, keterampilan digital, dan juga inovasi mengajar. Jadi mereka sangat memberikan reaksi yang sangat positif," ujar Toni.

Menurut Toni, penggunaan PID juga dinilai membantu proses pembelajaran murid dengan kemampuan yang beragam, termasuk anak berkebutuhan khusus. Hasil kajian tersebut menunjukkan pemanfaatan perangkat digital ini mendapat respons positif dari guru dan murid.
 

 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan