Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisainstek), Stella Christie. DOK Instagram @prof.stellachristie
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisainstek), Stella Christie. DOK Instagram @prof.stellachristie

Soal PTN Gratis, Wamen Stella Ajak Masyarakat Isi Survei 3K Kampus

Renatha Swasty • 27 Oktober 2026 15:30
Ringkasnya gini..
  • Wamendiktisaintek Stella Christie membuka survei daring guna menjaring masukan masyarakat mengenai arah kebijakan perguruan tinggi.
  • Stella memaparkan dilema pengelolaan kampus melalui model segitiga yang mencakup aspek kualitas, keterjangkauan, dan kuantitas.
  • Hasil survei yang diakses melalui portal resmi Kemen Diktisaintek ini akan dijadikan bahan pertimbangan kebijakan pendidikan tinggi.
Jakarta: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengajak masyarakat menyampaikan pandangan tentang arah perguruan tinggi Indonesia. Lewat survei daring, masyarakat diminta menilai posisi kampus saat ini dan menentukan posisi yang dicita-citakan.

Survei ini hadir di tengah rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri hingga jenjang perguruan tinggi. Hingga kini, survei tersebut sudah menjaring lebih dari 1.800 data.

Stella menjelaskan pengelolaan perguruan tinggi penuh dilema. Di satu sisi biaya kuliah diharapkan murah atau gratis, tetapi kesejahteraan dosen dan dana riset tetap harus memadai.

Untuk menggambarkannya, Stella memakai model segitiga dengan tiga aspek, yaitu kualitas, keterjangkauan, dan kuantitas. Menurut dia, ketiga aspek itu sulit dipenuhi sekaligus karena terbentur keterbatasan anggaran.

Rencana pendidikan negeri gratis, kata dia, merupakan wujud dari aspek keterjangkauan. Namun keterjangkauan harus diimbangi kualitas agar perguruan tinggi tidak sekadar gratis tetapi bermutu rendah.

Apabila kualitas baik dan biaya terjangkau, memperluas daya tampung sebanyak-banyaknya akan menimbulkan persoalan anggaran. Karena itu, aspek kuantitas sulit ikut dipenuhi dalam kondisi tersebut.
   

Memilih Strategi, Bukan Posisi Aman di Tengah

Stella menegaskan suatu negara tidak bisa mengambil posisi aman di tengah segitiga. Posisi itu membuat tidak ada aspek yang menonjol, baik kualitas, keterjangkauan, maupun kuantitas.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang menitikberatkan kualitas dan kuantitas, tetapi biaya kuliahnya sangat mahal. Tiongkok mengutamakan kualitas dan keterjangkauan sehingga kuantitasnya dibatasi.

“Perguruan tinggi di Indonesia dari kualitas, kuantitas, dan keterjangkauan, kita sekarang ada di mana? Dan kita mau ke mana?” ujar Stella dikutip dari unggahan akun Instagram @prof.stellachristie, Selasa, 27 Oktober 2026.

Lebih dari 1.800 Data Masuk

Stella mengungkapkan respons masyarakat sudah cukup besar. Meski begitu, ia berharap lebih banyak suara yang masuk.

“Sudah 1.800 lebih data yang masuk, dan kita mau bahas hasilnya yang luar biasa menarik. Tapi kita ingin kamu-kamu yang belum memberikan pendapatnya, ayo berikan pendapat untuk membantu kebijakan kita,” kata dia.

Menurut Stella, masukan publik akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan pendidikan tinggi dengan lebih bijak. Hasil survei akan dibahas sebagai bahan pertimbangan kebijakan.

Survei dapat diakses lewat tautan link.kemdiktisaintek.go.id/survey-3k atau dengan memindai kode QR yang dibagikan. Pengisiannya hanya memerlukan satu hingga dua menit dan terbuka bagi siapa saja, tidak hanya mahasiswa dan sivitas akademika.

Lewat survei ini, pemerintah ingin mengetahui apakah masyarakat lebih mendambakan kampus yang unggul, murah, atau berdaya tampung besar. Jawaban yang terkumpul akan menunjukkan sisi mana dari segitiga tersebut yang paling diharapkan masyarakat untuk diperkuat. (Talitha Islamey)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan