Masyarakat kini dapat mengakses platform terpadu tersebut secara langsung. Inisiatif ini dirancang untuk menyatukan seluruh penyedia beasiswa di Indonesia ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi dan transparan.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisainstek), Stella Christie, menegaskan kunci utama pemerataan pendidikan terletak pada keterbukaan informasi. Selama ini, banyak program beasiswa kurang terserap secara optimal karena calon mahasiswa tidak mengetahui keberadaan program tersebut.
“Keadilan sosial itu membutuhkan akses, dan syarat utama dari akses adalah akses informasi,” kata Stella, dalam acara Global Scholarship Summit 2026 di Gedung SMESCO Nareswara Hall, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.
Wamendiktisaintek, Stella Christie, dalam Kegiatan Global Scholarship Summit 2026. DOK Medcom.id/Talitha Islamey
Tanpa adanya keterbukaan informasi, masyarakat tidak akan pernah tahu mengenai kesempatan berharga yang sebenarnya tersedia bagi mereka. Stella menyebut pemerintah terus berupaya menghadirkan jembatan informasi yang efektif bagi seluruh anak bangsa.
Upaya ini diharapkan mampu memberikan peluang yang sama bagi setiap siswa dalam melanjutkan studinya. Sementara itu, platform ‘SatuBeasiswa’ mengusung konsep crowdsourcing terpadu yang memudahkan penyedia dan pencari beasiswa untuk saling terhubung.
Lembaga penyedia cukup melalui proses verifikasi singkat sebelum dapat mengunggah program beasiswa mereka secara mandiri. Tak hanya itu, portal digital ini juga memanfaatkan keunggulan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi modern tersebut akan secara otomatis merekomendasikan program beasiswa yang paling tepat bagi para pendaftar.
“Kita pakai sistem Artificial Intelligence untuk mencocokkan profil pencari beasiswa dengan program yang tersedia secara otomatis,” kata Stella.
Melalui langkah inovatif ini, Kemendiktisainstek berharap tata kelola beasiswa di Indonesia semakin efisien serta tepat sasaran. (Talitha Islamey)