Cakrawala University. DOK laman cakrawala.ac.id
Cakrawala University. DOK laman cakrawala.ac.id

Viral Kasus Penyadapan Presiden, Ini 10 Kampus Jurusan Keamanan Data

Bramcov Stivens Situmeang • 04 November 2026 13:23
Ringkasnya gini..
  • Isu penyadapan ilegal nomor telepon pejabat mendorong pentingnya pendidikan dan keahlian di bidang keamanan data digital.
  • Sejumlah universitas negeri, swasta, hingga politeknik di Indonesia menyediakan program studi khusus maupun konsentrasi Cyber Security.
  • Pilihan kampus meliputi Poltek SSN, UI, ITB, UGM, hingga PTS seperti Ubaya, UII, SGU, Amikom, dan Cakrawala University.
Jakarta: Kasus penyadapan ilegal terhadap nomor telepon Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka. Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perlindungan data dan keamanan sistem digital di tengah perkembangan teknologi.

Keahlian di bidang keamanan data dapat dipelajari melalui berbagai program studi, mulai dari Cyber Security hingga Teknik Informatika dan Teknik Komputer. Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menyediakan program khusus maupun konsentrasi yang mempelajari keamanan data, jaringan, dan sistem digital.

Lantas, kampus mana saja yang menyediakan jurusan keamanan data? Berikut daftarnya dikutip dari laman cakrawala.ac.id.  

10 Kampus Jurusan Keamanan Data

Universitas Swasta

1. Cakrawala University

Cakrawala University mempelajari keamanan siber melalui program S1 AI dan Ilmu Komputer. Beberapa mata kuliah terkait bidang ini meliputi Keamanan Informasi, Jaringan dan Sistem Operasi, Cybersecurity Fundamentals, serta Cloud Computing and Services.

2. Universitas Amikom Yogyakarta

Universitas Amikom Yogyakarta menyediakan S1 Teknik Komputer dengan konsentrasi Cybersecurity dan Internet of Things (IoT). Mahasiswa dapat mempelajari keamanan data dan kriptografi, serta dasar keamanan siber.

3. Universitas Surabaya (Ubaya)

Ubaya memiliki program S1 Informatika dengan fokus Network and Cyber Security. Pembelajarannya mencakup teknologi infrastruktur jaringan, keamanan jaringan, dan keamanan data.

4. Swiss German University (SGU)

Swiss German University menyediakan program Cyber Security pada jenjang S1. Untuk jenjang S2, kampus ini memiliki Magister Teknik Informatika.

5. Universitas Islam Indonesia (UII)

Program S1 Teknik Informatika UII memiliki konsentrasi Sistem Siber. Bidang pembelajarannya meliputi keamanan siber, infrastruktur jaringan, forensika digital, dan komputasi awan.

Universitas Negeri

6. Universitas Indonesia (UI)

UI tidak memiliki program studi khusus Cyber Security. Namun, mahasiswa dapat mempelajari manajemen keamanan siber melalui S1 Teknik Komputer di Fakultas Ilmu Komputer.

Materi terkait bidang ini mencakup Kecerdasan buatan, Keamanan siber, serta Komputasi Ilmiah.
 
UI ilus 3 - DOK UI
Unversitas Indonesia (UI). DOK UI

7. Institut Teknologi Bandung (ITB)

ITB menyediakan spesialisasi Keamanan Sistem Perangkat Lunak melalui program Magister Informatika di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI).

Mata kuliah yang berkaitan dengan bidang tersebut antara lain Sains Komputer, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Keamanan Sistem Perangkat Lunak.

8. Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM mempelajari keamanan siber melalui Program Studi Teknologi Informasi di Fakultas Teknik, khususnya konsentrasi Rekayasa Sistem Komputer.

Mahasiswa dapat mengambil mata kuliah pilihan seperti Keamanan Siber, hingga Keamanan Web dan Aplikasi.

9. Universitas Tanjungpura (Untan)

Untan menyediakan pembelajaran keamanan digital melalui S1 Informatika. Materi yang berkaitan dengan bidang ini meliputi dasar pemrograman, jaringan, keamanan, dan proyek perangkat lunak.

Politeknik

Selain universitas, sejumlah politeknik juga menyediakan pendidikan vokasi yang berfokus pada praktik keamanan infrastruktur digital. Berikut penjelasannya.
 

10. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

Poltek SSN memiliki program D4 Rekayasa Keamanan Siber. Program ini memiliki dua bidang minat yakni Bidang minat Rekayasa Sistem Kriptografi dan Bidang Minat Rekayasa Perangkat Lunak Kriptografi.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tiga orang berinisial LSP, ASN, dan EH sebagai tersangka dugaan penyadapan ilegal. Aksi itu diduga menyasar nomor telepon Presiden, pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin mengatakan para tersangka diduga memerintahkan penyadapan tanpa prosedur pada periode 2025-2026. "Ini baru awal kita sudah menetapkan tiga tersangka dan satu masih pemeriksaan saksi," ujar Asep dikutip dari laman metrotvnews.com, Rabu, 4 November 2026.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan