Melihat isu tersebut, ketiga personel HIVI! membagikan sudut pandang mereka mengenai maraknya fenomena bimbel. Tak hanya itu, mereka juga menceritakan pengalaman pribadi masing-masing terkait dunia pendidikan anak saat ini.
Tingginya Kepedulian Orang Tua Terhadap Pendidikan
Menurut personel HIVI!, fenomena antrean bimbel hingga ratusan orang tersebut mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian para orang tua terhadap kualitas pembelajaran anak-anak mereka semakin meningkat.“Dengan adanya fenomena tersebut, paling tidak yang bisa dilihat adalah orang tua dan masyarakat semakin banyak yang memiliki concern dan kepedulian lebih terhadap kualitas pendidikan anak-anaknya. Semoga pendidikan di Indonesia bisa semakin lebih baik di masa depan,” kata Gitaris HIVI!, Febrian di kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Minggu, 6 September 2026.
Ia juga menambahkan bahwa langkah lembaga bimbel yang membatasi kuota peserta didik merupakan hal yang positif, karena fokus dan kualitas pembelajaran tiap anak dapat lebih terjaga dibandingkan kelas besar.
Peran Bimbel dalam Pendalaman Materi dan Karakter Belajar
Sementara itu, Kei menekankan pentingnya peran bimbel dalam memberikan materi pendalaman yang lebih spesifik. Menurut Kei, bimbel membantu siswa melatih kemampuan menyelesaikan soal-soal tingkat tinggi yang jarang dibahas di kelas reguler.“Bimbel itu sangat membantu kita buat memahami tipe soal yang lebih kompleks. Apalagi waktu persiapan ujian akhir atau seleksi masuk perguruan tinggi, materi dan strategi dari bimbel bikin kita jadi lebih percaya diri,” ungkap Kei.
Tak ketinggalan, Ilham turut membagikan pandangannya mengenai kenyamanan lingkungan belajar di bimbel. Bagi Ilham, bimbel bukan sekadar tempat mengulas pelajaran, tetapi juga sarana untuk membangun kedisiplinan dan memperluas relasi pertemanan baru dari berbagai sekolah.
“Dulu waktu sekolah, ikut bimbel itu selain buat ngejar materi ujian, juga jadi ajang ketemu teman-teman dari sekolah lain. Suasana belajar di bimbel biasanya lebih fleksibel dan interaktif, jadi kita enggak gampang bosan waktu belajar,” tambah Ilham.
Mempertimbangkan Kebutuhan Anak
Ketika ditanya mengenai rencana masa depan terhadap anak-anak mereka, Febrian mengungkapkan bahwa keputusan mengikutkan anak ke bimbel sangat bergantung pada kebutuhan akademis sang anak di sekolah.“Kalau tidak merasa perlu didorong secara akademis, menurutku mungkin memikirkan alternatif lain, seperti mengambil les atau kegiatan luar sekolah yang mendukung hobi agar anak tetap merasa bahagia dan bisa refreshing,” pungkas Febrian. (Talitha Islamey)