Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Ilham Pratama/Medcom.id

Berburu Bimbel Boleh Saja, Asal Tidak Membebani dan Memaksa Anak

Ilham Pratama Putra • 03 September 2026 08:58
Ringkasnya gini..
  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti meminta orang tua tidak memaksakan anak mengikuti bimbel.
  • Orang tua sebaiknya membangun motivasi belajar anak, bukan membuat mereka merasa tertinggal tanpa bimbel.
  • Mu’ti menilai pembelajaran di sekolah sudah cukup menjadi bekal siswa melanjutkan pendidikan.
Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meminta orang tua tidak memaksakan anak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah. Sebab, kegiatan tambahan tersebut dikhawatirkan justru menjadi beban bagi siswa.

"Sebaiknya orang tua tidak memaksakan anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah yang akan sangat membebani," kata Mu'ti kepada Medcom.id, Rabu 2 September 2026.

Meski begitu, Mu'ti memahami jika keinginan memberikan pendidikan tambahan kepada anak merupakan bagian dari upaya orang tua agar anak memperoleh pendidikan terbaik. Namun, ia menekankan keputusan tersebut tidak boleh mengabaikan kondisi dan kebutuhan anak.

"Soal mendaftarkan anak di bimbel itu pilihan orang tua. Itu bagian dari usaha orang tua agar anaknya memperoleh pendidikan yang terbaik. Tidak perlu dipermasalahkan. Yang penting jangan membebani anak," tegasnya.
Mu'ti menilai hal yang lebih penting dilakukan orang tua adalah membangun motivasi anak agar memiliki semangat belajar yang baik. Orang tua, kata dia, tidak perlu merasa anak pasti tertinggal apabila tidak mengikuti bimbingan belajar.

"Yang diperlukan adalah memotivasi agar anak-anak belajar dengan baik," katanya.

Menurut Mu'ti, pendidikan yang diberikan sekolah sebenarnya telah cukup untuk membekali siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menyebut banyak siswa yang tidak mengikuti bimbel tetap mampu diterima di perguruan tinggi ternama.

"Sebenarnya apa yang diberikan di sekolah sudah cukup. Banyak mereka yang tidak ikut bimbel diterima di perguruan tinggi ternama," tutur Mu'ti.

Ia juga mendorong sekolah terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan pembelajaran yang baik, siswa diharapkan memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi persaingan di jenjang pendidikan berikutnya.

"Sekolah hendaknya memberikan layanan pendidikan yang terbaik sehingga para murid memiliki bekal yang cukup untuk dapat melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," pungkasnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan